Learning about Ovarian Cancer

Divonis menderita kanker ??????

Beberapa orang mungkin akan mengalami depresi jika divonis menderita kanker. Bagaimana tidak ??? Kanker merupakan penyakit yang mematikan yang sampai sekarang prognosis pasien penderita kanker tidak begitu baik. So, terinspirasi dari tugas kelompok pada mata kuliah farmakoterapi III tentang Oncology Disorders khususnya tentang Ovarian Cancer, I try to post it in my blog. I hope it can be useful.APA ITU KANKER OVARIUM ???

PENDAHULUAN

Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 – 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain seperti panggul dan perut melalui sistem getah bening dan menyebar ke hati dan paru-paru melalui sistem pembuluh darah. Kanker ini mendapat julukan the silent lady killer karena menjadi penyebab kematian tertinggi wanita. Hal ini disebabkan karena sifat kanker ovarium yang sulit dideteksi ketika stadium dini. Biasanya kanker ini baru bisa dideteksi setelah memasuki stadium lanjut. Selain itu, penyebab kanker ovarium hingga kini belum jelas, tapi faktor lingkungan dan hormonal berperan penting dalam patogenesisnya.

ETIOLOGI

Adapun faktor penyebab atau etiologi dari kanker ovarium antara lain sebagai berikut.

  • Faktor Hereditas, terjadi pada 10 % kasus
  • Faktor genetik, BRCA 1 dan BRCA 2 (sbg gen penekan tumor dlm jalur pengenalan kerusakan DNA & memperbaiki DNA)
  • Faktor hormon
  • Diet (makanan) dan faktor lingkungan

EPIDEMIOLOGI

Di dunia insiden kanker ovarium tertinggi terdapat di Norwegia (15,3/100.000), terendah di Jepang (3,2/100.000), selisihnya 5 kalilipat. Insiden pada orang kulit putih Amerika Serikat adalah 12,9/100.000, lebih tinggi dari etnis Tionghoa yang bermukim di Los Angeles (8,5/100.000), lebih tinggi dari China daratan (5,0/100.000) dan Hongkong (5,8/100.000).

FAKTOR RESIKO

ž  Diet tinggi lemak

ž  Merokok

ž  Alkohol

ž  Penggunaan bedak talk perineal

ž  Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium

ž  Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium

ž  Nulipara

ž  Infertilitas

ž  Menstruasi dini

GEJALA

ž  Nyeri panggul & terdapat benjolan pada panggul

ž  Kembung

ž  Mudah lelah

ž  Penurunan berat badan

ž  Konstipasi/sembelit

ž  Pendarahan/menstruasi tidak teratur

ž  Rasa tidak nyaman pada abdomen

ž  Menopuse dini

ž  Dispepsia

ž  Pembesaran ovarium pada wanita pasca menopause

DIAGNOSIS

Diagnosis pada stadium dini sulit ditegakkan karena kanker baru menimbulkan gejala setelah mencapai stadium lanjut dan gejalanya pun menyerupai beberapa penyakit lainnya.  Biasanya, ada pemeriksaan fisik, lingkar perut bertambah atau ditemukan asites (penimbunan ciaran di dalam rongga abdomen). Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

ž  Pemeriksan darah lengkap

ž  Pemeriksaan kimia darah

ž  CA125

ž  Serum HCG

ž  Alfa fetoprotein

ž  Analisa air kemih

ž  Pemeriksaan saluran pencernaan

ž  Laparatomi

ž  USG

ž  CT scan atau MRI perut

STADIUM

STADIUM AREA ANGKA BERTAHAN HIDUP 5 TAHUN
I Kanker pada 1 / 2 ovarium. Kanker dapat ditemukan di permukaan ovarium 93,6%
II Kanker melibatkan 1/2 ovarium dengan perluasan ke panggul (rahim, saluran tuba, kandung kemih, usus besar) Tidak ada data
III Kanker menyebar melebihi rongga panggul ke dinding perut, organ perut, usus kecil, kelenjar getah bening, permukaan hati 68,1%
IV Fase akhir dari kanker ovarium. Menyebar ke organ yang jauh seperti limpa, paru-paru, hati (bagian dalam) 29,1%

Taken from http://www.upnorthhealth.com

PENATALAKSANAAN

  • Operasi (Pembedahan)

Umumnya, pembedahan dilakukan pada penatalaksaan kanker ovarium stadium awal.

  • Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal)irst
  1. First-line Therapy

–     Carboplatin + Paclitaxel

–     Cisplatin + Paclitaxel

  1. Second-line Therapy

–     Cisplatin + Cyclophosphamide

–     Docetaxel + Carboplatin

  • Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut)

Berikut adalah penatalaksanaan berdasarkan stadium kanker ovarium.

Stadium I

Pasien dengan penyakit stadium I, tidak ada tumor tersisa setelah pembedahan, dan tumor yang berdiferensiasi dengan cepat dan sedang, tidak memerlukan perawatan lebih lanjut  setelah pembedahan dan mempunyai ketahanan hidup selama 5 tahun ( > 95% ).

Stadium II

Pasien dengan stadium II yang dan pasien stadium I dengan nilai histologik yang rendah, terapi adjuvant dengan single-agent cisplatin atau kombinasi (cisplatin + paclitaxel)  menghasilkan ketahanan hidup selama 5 tahun (80%).

Stadium III dan IV

Pasien dengan stadium lanjut perlu menerima paclitaxel, 175 mg/m2 melalui infus selama 3 jam, yang diikuti oleh carboplatin sesuai dengan nilai  AUC yaitu 7.5 tiap-tiap 3 atau 4 minggu.

Daftar Pustaka

  • Dipiro et all. 2008. Pharmacotherapy Pathophysiologic Approach. New York: McGraw Hill Companies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s