Benarkah Captopril Merupakan Antihipertensi yang Tepat??

 

source: tanyadokteranda.com

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari tugas mata kuliah Farmasi Komunitas dan Klinis yang diasuh oleh Bapak Husni Mukhtar. Beberapa minggu yang lalu, kami diberikan tugas berupa kasus pembahasan tentang kerasionalan obat yang harus dikerjakan per kelompok. Kebetulan saya mendapat kasus tentang komplikasi beberapa penyakit yang cukup popular dan akrab di telinga masyarakat (apalagi mahasiswa farmasi, khususnya). Yupp.. Bersama dua orang partner saya , kami ditantang untuk membahas kerasionalan obat yang diberikan pada pasien yang menderita DM tipe II, hipertensi dan gastritis dengan obat sebagai berikut.

 

–          Captopril

–          Ranin

–          Vometa

–          NTR

Mungkin teman2  familiar dengan obat-obat yang saya sebutkan di atas *kecuali obat yang keempat, I guess.. hhee…

Naaah.. sebenarnya untuk menilai kerasionalan obat dibutuhkan banyak data baik data fisik pasien, data pemeriksaan laboratorium, riwayat penyakit dan pengobatan, serta gejala penyakit yang diketahui dari anamnesa. Tapi, karena yang akan dibahas disini adalah tentang captopril saja maka data-data tersebut dapat dihiraukan untuk sementara.

 

Ok.. berbicara mengenai captopril identik dengan antihipertensi (ya iyalaah.. tu obat emang untuk penderita hipertensi). Maksud saya, captopril memang lebih identik dengan hipertensi dibanding agen antihipertensi lain karena memang obat ini merupakan first-line therapy bagi penderita tensi tinggi ini. Mengapa demikian?? Untuk itu ada baiknya kita review lagi kuliah tentang hipertensi.

 

Hipertensi

Hipertensi didefenisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri. Penyakit merupakan suatu gangguan heterogen yang timbul karena sebab yang spesifik (disebut hipertensi  sekunder) ataupun yang tidak memiliki etiologi yang jelas (disebut hipertensi primer). Jumlah kasus hipertensi sekunder hanya 10% dari total kasus hipertensi dan sebagian besar disebabkan oleh penyakit ginjal kronis dan penyakit renovascular. Sedangkan faktor-faktor yang berkonstribusi pada hipertensi primer antara lain;

–          Kelainan humoral yang melibatkan system renin-angiostensisn-aldosteron, hormon natriuretik dan hiperinsulinemia.

–          Gangguan patologis pada system saraf pusat, system saraf otonom, reseptor adrenergic atau baroreseptor.

–          Kelainan pada proses autoregulasi ginjal atau jaringan untuk ekskresi natrium, volume plasma  dan penyempitan arteriol.

–          Kekurangan senyawa yang dapat memberikan efek vasodilatasi pada endotel pembuluh darah seperti protasiklin, bradikinin, dan NO atau peningkatan produksi senyawa yang dapat menyebabkan vasokontriksi seperti angiostensin I dan endotelin I.

–          Peningkatan konsentrasi kalsium intraselular yang mengarah pada perubahan fungsi otot polos dan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer.

Naah.. dari penjelasan singkat di atas, dapat diketahui bahwa hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa penyakit bahkan ada yang etiologinya masih belum jelas.

 

Captopril

Captopril merupakan salah satu obat anti hipertensi yang tergolong ACEI (Angiostensin Coneverting Enzyme Inhibitors).  Ada apa dengan ACE? ACE merupakan enzyme yang memfasilitasi produksi angiostensin II yang mempunyai peran penting dalam pengaturan tekanan darah arteri. ACE terdistribusi pada jaringan tubuh namun lokasi utama dari ACE ini adalah sel endotel. ACEI memblok pengubahan angiostensin I menjadi angiostensin II, yang merupakan vasokonstriktor dan agen penstimulasi sekresi aldosteron. ACEI juga memblok degradasi bradikinin (vasodilator) dan menstimulasi sintesis senyawa vasodilator lainnya seperti prostaglandin E2 dan prostasiklin.

Fakta bahwa ACEI mampu menurunkan tekanan darah pada pasien menunjukkan bahwa produksi ACE merupakan faktor penting yang berkontribusi pada kasus hipertensi.

 

Benarkah captopril yang paling tepat???

Untuk menilai tepat atau tidaknya pemilihan suatu obat sebenarnya harus melalui banyak pertimbangan contohnya pemilihan obat untuk menangani hipertensi.  Pemilihan suatu obat antihipertensi harus mempertimbangkan BP (Blood Pressure) pasien, kondisi fisik, penyakit lain yang diderita, umur, kondisi khusus pasien dan banyak lagi. Sebagian besar dokter memang meresepkan captopril sebagai pilihan utama dalam menangani hipertensi. Namun, timbul pertanyaan…. Benarkah captopril merupakan pilihan yang tepat?? Atau hanya mengikuti formularium rumah sakit dan protap yang telah disusun?

Bagaimana dengan pasien lanjut usia?? Ataupun pasien dengan DM dan gangguan ginjal??

 

Ok.. mari kita bahas..

Secara keseluruhan, untuk penanganan hipertensi, captopril merupakan pilihan yang tepat. Namun pada hipertensi yang disertai dengan kondisi yang spesifik ada beberapa obat hipertensi dari golongan lain yang digunakan.

 

Disini saya lebih memfokuskan pada pemilihan captopril pada pasien dengan kondisi spesifik DM dan gangguan ginjal kronis (karena memang kasus ini yang sering diperdenatkan di kelas..hehee🙂 )

1. Hipertensi dan DM

Pasien yang diabetes disertai hipertensi sebaiknya diterapi dengan antihipertensi dari golongan ACEI seperti captopril karena obat ini dapat mengurangi resiko kardiovaskular dan memberikan efek nefroproteksi

 

Source: Pharmacotherapy Handbook


2. Hipertensi dan Gangguan Ginjal

Sebelum mempelajari lebih jauh, saya menganggap bahwa pemakaian captopril pada penderita gangguan ginjal kronis akan memperparah penyakit pasien karena salah satu efek samping dari captopril adalah memicu gagal ginjal akut (tapi jarang terjadi). Namun, malah sebaliknya ACEI merupakan first-line therapy pada pasien hipertensi disertai gangguan ginjal kronis.

 

Source: Pharmacotherapy Handbook

Tambahan..

Untuk pasien lanjut usia, ACEI masih menjadi pilihan utama bersama dengan obat-obat golongan diuretik

 

Source: Pharmacotherapy Handbook

Ne bagan yang lebih jelas

 

Source: Pharmacotherapy Handbook

SUMBER

Wells, Barbara G., Joseph T.D., Terry L.S., and Cecily V.D.  2009. Pharmacotherapy Handbook (7th Edition).  United States : McGraw-Hill Companies

12 thoughts on “Benarkah Captopril Merupakan Antihipertensi yang Tepat??

  1. i agree if inhibitor ACE use to control BP in condition DM. but the side effect of captopril is caugh for patien so in my understanding we can replace it with another inhibitor ACE like LISINOPRIL.

    nice blog ^_^

    1. yup.. exactly, if there is side effect such cough, we can change ACEI with ARB, for example losartan.. coz the mechanism of action ARB doesnt inhibit bradikinin breakdown..

      for more info, we can read pharmacotherapy handbook at section of cardiovascular disorders –> hypertension –> ACEI n ARB

      Thanks bro..

    2. I’m 48 years old, i was got stroke on 42, and i was consume a captropil since then, by reading this blog it would be frighting to keep consuming this,more over I have a diabetes but not DM,
      My huge question was what the better antihypertensy should I consume safely ?? and what is the diuretika and what kind of med of it ??, is diabetes med ( Amaril, Glucopage,as kind of diuretika..???

  2. k via..kunjungan pertama oja nih..
    postinganx bgus bgd buat nambah ilmu🙂
    sekalian oja mau tanya k.,
    benarkah biasanya obat antihipertensi dikombinasikan dengan diuretika?
    dosen oja pernah menyinggung hal itu.
    kenapa ya k dikombinasikannya bersama diuretika??

    1. Hoho… izinkan daku menjawab *apasih*
      Pengobatan hipertensi sangat tergantung kepada stage/stadiumnya.
      Pada stadium 1, cukup gunakan salah satu obat antihipertensi.
      Penggunaan gabungan, misalnya captopril + diuretik, diperlukan pada stage lanjutan dan dengan pemilihan komposisi dan dosis tertentu tergantung kepada keadaan pasien.

      Periksakan ke dokter tentang kondisi hipertensi anda.
      Tanyakan kepada apoteker segala sesuatu yang berkaitan dengan obat:mrgreen:

  3. yaah…..udah lama g bka blog, udah ada yg jwb duluan..
    no matter..

    thanks knjungannya y dek..
    about the question, benar blg da yori. tapi kak mau nambahin.
    selain tergantung pada stage, pengobatan hipertensi juga tergantung pada “compelling indication”.
    *lebih jelasnya liat gambar terakhir d postingan ni
    **for more info, please read pharmacotherapy handbook😀

  4. oh gitu ya..makasih ya da yori sama k via yg udh mau jawab. wlopun rada ga mudeng juga, haha
    maklum.. blm bljr farmakoterapi.
    tapi lumayan nih dpt ilmu dikit tentang farmakoterapi😀

  5. NTR itu obat apa ya ??? kalau boleh tau itu singkatan dari obat apa ya yg NTR itu ???? tolong butuh bangat jawabannya

  6. Bagus sekali penjelasannya, sangat mencerahkan, tapi kalau boleh saya ingin bertanya; Apa perbedaannya antara Captopril dan Almodipine? dan mana obat yg paling tepat utk di konsumsi oleh penderita awal hipertensi sedang usia muda (38-42 th) dgn skala ukuran BP 140/89 & 160/100 ? Apa saja efek dari obat Almodipine bagi penderita usia muda? Dan apakah Captopril juga cocok di konsumsi bagi penderita hipertensi usia muda yg hanya mengalami tekanan darah yg tinggi tanpa adanya serangan jantung atau gagal ginjal?

    1. baik.. saya coba jawab..
      secara medis.. berdasarkan penelitian memang captopril ACEi Inhibitor sering dikombinasikan dengan amlodipin (sumber Jnc viii), karena obat itu terbukti lbh efektif bila dibandingkan dengan golongan obat anti hipertenai yang lain..
      jika usia masih muda, namun tensi msh tinggi.. tela ah dl.. apakah penyebabnya stress atau memang riwayat tensi tinggi.
      terapi lini pertama memang di edukasikan, dan biasa yang kita lakukan adalah olahraga.. namun jika tidak dapat turun maka kita rencanakan pemakaian obat..
      jelaskan kepada pasien pemakaian obat ini tidak utk sementara.. sering kali pasien merasa bosan dengan pemakaian obat hipertensi (karena mereka merasa tidak ada gejala)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s