Fenomena Sistem Online

6

Semester baru memang harus disambut dengan semangat baru apalagi setelah libur lebih kurang 3 minggu (bagi yang ga bolos liburan ni.. Sarcastic smile). Semangat ini dapat terlihat jelas di Dekanat Fakultas Farmasi dimana sebelum awal perkuliahan, mahasiswa sudah banyak yang ‘berkeliaran’ di kampus.. Ga sabar pengen masuk kuliah neee.. Nerd smile

Benarkah demikian??

haahaa.. ternyata hipotesa saya salah karena setelah disurvey, sebagian besar mahasiswa (untuk selanjutnya saya tulis ‘teman-teman’ karena sebagian besar adalah angkatan 2007) yang ‘berkeliaran’ tadi harus merelakan waktu liburan mereka untuk menyelesaikan segala sesuatu agar mereka terdaftar sebagai mahasiswa Unand semester tersebut dan kuliah sesuai dengan mata kuliah yang ingin diambil (walaupun ada sebagian yang sibuk penelitian). Naah… karena ada beberapa masalah yang berhubungan dengan perkuliahan atau akademik, teman-teman lebih sering terlihat nongkrong di dekanat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.. *jadi bukan karena ga sabar pengen kuliah…

Emang apa pemasalahannya??? Hot smile

Begini, setelah diberlakukannya ‘sistem online’ untuk keperluan akademik dan administrasi mahasiswa memang terasa ada untung dan ruginya. Tapi ga tau jugalah, yang nampak sekarang cuma ruginya (maksudnya kurang menguntungkan teman-teman saya *khusus semester ini).  Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk meng-kambinghitam-kan sistem online yang sedang dijalankan karena memang kita harus mengikuti sistem ini kalau ingin maju, tapi saya cuma ingin share mengenai keluhan teman-teman yang menurut saya memang patut untuk dikeluhkan. Oke, saya ambil beberapa fakta yang saya temukan di lapangan *faktanya dibedakan berdasarkan jumlah populasi yang terlibat.. ceilaaaaah..

Fakta pertama (populasi sedang)

Pembayaran SPP yang sudah online memang seharusnya memudahkan mahasiswa dalam membayar biaya perkuliahan karena pembayaran dapat dilakukan di bank mana saja (tapi BNI dan Bank Nagari saja). Namun, ada masalah lain yang muncul yaitu akun pembayarannya ditutup sehingga harus melapor ke ICT. Naaah… bayangkan saja, teman-teman yang sudah mengantri hingga nomor antrian 500-an, pas dapat giliran, eh…… malah disuruh ngelapor dulu ke ICT alias belum bisa diterima *emang pengen nangis rasanya Crying face. Atau yang lagi liburan dan pengen bayar online tapi diminta melapor dulu… ribeeeeet kan…

Fakta Kedua (populasi besar = masalah primer)

Singkat cerita, banyaknya mata kuliah yang tak bisa diambil oleh teman-teman saya disebabkan  jadwalnya bentrok. Karena pengisian KRS dilakukan secara online, maka mata kuliah yang jadwalnya sama tidak bisa diambil (secara otomatis ditolak komputer dan harus dipilih salah satunya). Pada poin kedua ini ada beberapa kasus teman-teman saya pikir memang kurang menguntungkan.

  • Seorang teman yang sekarang kuliah semester VIII dan sedang penelitian harus mengulang satu mata kuliah (yang nilainya kurang bagus) pada tahun depan hanya karena jadwal mata kuliah yang diulangnya tersebut sama dengan jadwal mata kuliah wajib semester ini. Padahal dia berperluang besar untuk menamatkan kuliahnya tahun ini. Bayangkan… harus menunggu satu tahun… Sad smile
  • Beberapa teman yang banyak mengulang mata kuliah dan belum mengambil beberapa mata kuliah wajib tahun lalu serta harus mengambil mata kuliah wajib semester ini bingung yang mana yang harus dipilih karena jadwal kuliah yang sama dan tidak bisa dinegosiasikan dengan pihak d******. Jadi, harus menunggu tahun depan juga..
  • Sebagian besar teman yang mengulang mata kuliah harus menunggu setahun lagi karena jadwalnya sama dengan mata kuliah wajib semester ini.

Sekali lagi, saya tidak bermaksud sedikitpun menyalahkan sistem online karena sebenarnya beberapa ‘hal kurang menguntungkan’ yang saya paparkan di atas merupakan proses yang harus dilewati oleh suatu sistem online agar bisa menjadi sistem online yang lebih baik dalam rangka meningkatkan keefisienan kerja dan mutu universitas. Jadi, yaaaaa seperti…. berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian laah *disambung saja……

*cuma pengen share tentang fenomena yang saya lihat, jadi wajar dan maaf kalo ada yang kurang setuju.

**fortunately, I’m not the part of the population Open-mouthed smile

***sumber gambar disini

10 thoughts on “Fenomena Sistem Online

  1. hahahah,,, like this kak..

    mav ne kak, ki baru comment, tapi ki dah daridulu buka blog kaka lho, gag sempet comment lgs coz law ol lbh prioritas cari tugas,, hehehe

    so,, halmany lgs d save trus d baca d rumah deh,, hohoho

  2. Those are something we call “drawbacks”
    Itu normal saja dan sampai pada tahap tertentu masih bisa ditoleransi. Tapi esensinya “untuk memudahkan” dengan serta-merta menjadi hilang jika ternyata malah bikin susah atau bahkan jadi merugikan.

    Sistem yang tidak ditopang dengan perangkat dan sdm yang qualified, seperti inilah jadinya…❓

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s