Kegersangan ruhiyah

embunTerinspirasi  dari diskusi dalam suatu ‘lingkaran’ beberapa waktu yang lalu yang bertema tentang ruhiyah, maka saya mencoba untuk menulis tentang ini. Entah mengapa istilah dehydration of ruhiyah terlintas di benak saya. Sebenarnya wajar saja karena memang ‘penyakit’ ini sering menjangkiti saya, tak terkecuali saudara/i yang membaca tulisan ini.

Kegersangan ruhiyah merupakan kondisi saat energi ruhiyah mulai menipis, kedamaian hati yang kian terkikis dan merupakan manifestasi dari menurunnya frekuensi pertemuan dengan Sang Khaliq.

Naah.. agar lebih mudah mendiagnosa ‘penyakit’ ini dan mempercepat penanganannya, ada beberapa sindrom yang perlu dicurigai.

1. Menyimpangnya niat

Niat merupakan fase awal untuk memulai sesuatu dan yang menentukan hasil dari suatu tindakan/perbuatan. Jika niatnya baik maka hasil yang diperoleh juga baik. Niat yang terbaik adalah berniat karena Allah, mengharap ridha Allah. Jika suatu niat sudah dicemari oleh harapan terhadap makhluk, maka hal inilah yang akan mendatangkan kekecewaan yang berujung pada kekeringan ruhiy.

2. Mudah ngambek

hahaa… ini syndrom yang paling mudah diamati. Kalo ketemu sama orang dengan ciri seperti ini, salah satu diagnosa yang mungkin adalah ruhiyah dehydrated disease atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa gaul menjadi ‘lagi ga mood’ Smile . Mudah ngambek ditimbulkan oleh rasa kecewa atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.

3. Mudah was-was dan khawatir akan kegagalan dalam mengemban amanah yang diberikan

4. Mengunderestimate diri sendiri sehingga muncul rasa putus asa terhadap diri, rasa bersalah yang berlebihan, rasa tidak pantas dalam memegang suatu amanah serta malas dalam menjalani rutinitas.

5. Memiliki sedikit waktu luang karena selalu merasa dikejar oleh amanah yang sedang dipegang. Hal ini juga berimbas kepada kurangnya waktu untuk berkhalwat dengan Allah SWT.

Mengapa? —> kekeringan ruhiyah

Kekeringan ruhiyah tidak akan muncul begitu saja, tanpa sebab. kegersangan jiwa dapat muncul karena faktor-faktor beikut ini.

1. Bekerja terlalu keras dalam mengemban amanah sehingga mengganggu kondisi fisik tubuh. Hal ini bermuara pada kurangnya waktu beribadah atau tidak menikmati indahnya saat bertemu dengan Allah SWT serta selalu merasa gelisah dan tidak tenang. Kondisi seperti ini sangat sering ditemui pada aktivis yang terlalu sibuk hingga melupakan kebutuhan sprituilnya. Akibatnya, muncul rasa malas yang berkepanjangan. Untuk yang satu ini, solusinya adalah harus pintar memanajemen waktu dan kegiatan agar ruhiyah juga memperoleh waktu untuk mencharge kembali energinya yaitu dengan mengingat Allah. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surat Ar Ra’du : 28

artinya:

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

2. Berhadapan dengan masalah dalam hidup yang berat. Kondisi seperti ini tentu saja menimbulkan kekeringan ruhiy karena pikiran terlalu dibebani oleh masalah, merasa tidak tentram dan senantiasa gundah, bahkan perasaan bersalah dan menyalahkan takdirpun semakin memperparah keadaaan. Padahal pada situasi seperti ini, internal energy/energi ruhiyah sangat berperan dalam menopang seseorang yang sedang dililit masalah. Karena Allah telah menjanjikan dalam Al Quran surat Al Insyirah : 5-6

artinya:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

*Bahkan Allah menegaskan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan pasti pula ada hikmah yang bisa dipetik. Bukankan Allah mengatakan hal tersebut dua kali? Yang berarti bahwa Allah benar-benar menjanjikannya dan sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

So, keep istiqamah.. *walaupun penulis sering menjadi langganan wabah ini Be right back, tapi tetap berusaha untuk melakukan pencegahan dini (setidaknya bisa sharing dan mewarning teman2 yang belum terjangkiti wabah ini Winking smile)

PS: jika sakit berlanjut, hubungi ustadz/ustadzah.

sumber gambar disini

11 thoughts on “Kegersangan ruhiyah

  1. nice posting kak via,
    jadi bisa deh mengetahui ciri2 nya penyakit yang satu ini, karena penyakit ini sepertinya adalah penyakit yang sering mewabah tiap insan manusia
    apalagi kita umat akhir zaman..

  2. iya dek…
    karena sering terserang ni penyakit, makanya kak share juga..
    biar ga bnyk ‘suspect’ penyakit ini yg perlu dikarantina.. *hah apa pulak ni..

    keep istiqamah..🙂

  3. saya suka banget kata2 terakhirnya, “jika sakit berlanjut.. hubungi MR..”
    Semoga dengan hanya menghubungi ALLAH semua baik-baik aja..

    saya pernah ngalami.. Alhamdulillah dah baikan, hehe..

    main2 ke lapak ana ya, ukh.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s