Selamat Datang, Kematian !

15 Juli 2011…

Seperti beberapa hari dalam minggu ini, hari ini pun sama: Sudah harus di kampus jam 8.30 dalam rangka ‘hunting’ dosen Open-mouthed smile. Emang tradisi yang satu ini wajib bagi mahasiswa semester terakhir. Kalo ga nyari pembimbing, ya nyari pembahas or penguji. Kalo ga nyari analis labortorium, ya nyari dosen penanggung jawab laboratorium. Ato opsi lain –> nyari PA (red: pembimbing akademik). Pokoknya kudu rajin gentayangan di dekanat daah. kalo perlu nunggu dari pagi waktu dosennya belum pada datang, sampai jam 4 saat CS2 dah pada cleaning..

oops… ceritanya bukan tentang ini.. *ga sinkron dengan judul..

ok… kembali ke pokok bahasan

Well, kembali ke 15 Juli 2011 tadi. Saya, seperti biasa sudah stand by di dekanat dengan beberapa mahasiswa lainnya yang tujuannya hampir sama. Menariknya, saat sedang menghabiskan waktu berdiskusi (*sok intelek) di Natural Gazebo milik fakultas farmasi (red: di bawah pohon cubadak –>disingkat DPC), saya tertegun melihat buah cubadak/nangka yang masih kecil, mungkin seukuran jempol, malah gugur dari pohonnya. Padahal buah yang lain, yang malah lebih besar dan sudah tua masih tetap kokoh di pohon. Sebenarnya ditinjau dari sisi sains, hal ini wajar-wajar saja dan saya juga tidak berniat membahas pendekatan sains mengenai fenomena ini. Yang membuat saya tertegun adalah saat merenungkan bahwa ternyata fenomena ini adalah fenomena yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita. Berhubungan dengan suatu ketetapan ataupun hak prerogatif Allah yang tak terbantahkan. Yaaa, fenomena yang saya saksikan dari buah nangka yang gugur itu mengingatkan saya akan kematian. Bahwa kematian tidak mengenal usia dan bisa saja menjemput manusia yang masih muda.

kematianKematian…! Boleh dibilang, kematian merupakan hal yang paling ditakuti manusia. Padahal, satu-satunya hal yang pasti pada diri kita adalah kematian karena setiap yang hidup pasti merasakan mati, seperti firman Allah dalam surat Ali Imran: 185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Kemajuan teknologi dan sains saat ini memungkinkan manusia untuk meningkatkan derajat kesehatannya, dengan kata lain mampu ‘menunda’ kematian. Walaupun dilengkapi dengan peralatan kedokteran paling mutakhir, obat paling mujarab yang pernah ada, ataupun bersembunyi dalam bangunan kokoh tak tertembus, itu hanya akan menunda datangnya. Yaa, hanya menunda, bukan mencegah kematian karena kematian adalah hal yang pasti. Bahkan, bagaimana, dimana, dan kapan ia akan datang, semuanya telah tertulis dalam lauhul mahfuzh. Simak beberapa firman Allah dalam Al Qur’an tentang kematian

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.(QS Al Waqiah: 60-61)

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al Jumuah : 8)

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS Al Ahzab: 16)

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikanmereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (QS An nisaa’:78)

Dapat kita renungkan bahwa kematian tidak mengenal usia, jabatan, jenis kelamin, ataupun tingkat pendidikan. Banyak orang yang menunggu telah tua untuk beribadah kepada Allah dan memikirkan akhirat sehingga saat muda banyak bersenang-senang. Padahal, maut senantiasa mengintai mereka walaupun mereka masih muda. Bahkan sering kita temui di sekitar kita, banyak orang yang tua sakit namun mampu hidup hingga bertahun-tahun dan banyak pula orang yang sehat tetapi meninggal tanpa sebab. Seperti fenomena gugurnya buah nangka yang masih muda tadi, semuanya telah menjadi kehendak Allah. Itulah kematian, dan itulah Kuasa Allah, yang maha berkehendak.

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS Al Munaafiquun: 11).

Oleh karena itu, mari berlomba-lomba untuk beramal sebelum malaikat Izrail mulai melirik. Jangan biarkan kematian menjadi rasa takut yang mengganggu aktivitas. Namun jadikan kematian sebagai pemicu semangat untuk beribadah seperti sabda Rasulullah “Cukuplah dengan mati sebagai nasihat”

semoga bermanfaat Winking smile

Daftar Pustaka

El-Shafa, A.Z. 2010. Jangan Takut Mati Bila Khusnul Khotimah. Yogyakarta: Mutiara Media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s