Behind the scene-Kosan Ilalang

Berbicara tentang istana, yang terlintas di benak kita adalah kerajaan, megah, singgasana, raja dan ratu. Tetapi, aku memaknai istana dalam arti lain. Bagiku istana adalah tempat bermuara dari segala yang disebut kebahagiaan, padang tak terhingga yang menyuguhkan keindahan tak terperi, serta seluruh defenisi tentang kedamaian. Istana pertama yang pernah kutinggali adalah rumahku, kediaman orang-orang yang kukasihi – Orangtua dan abang. Namun kini, aku punya istana kedua dimana orang-orang yang baru kutemui menjadi kepingan mozaik hidupku, rumah bagi segelintir manusia bernama mahasiswa yang selama 4 tahun ini ikut menulis cerita dalam halaman bukuku… (aaahh ga nyangka bisa berpuitis ria 1 paragraf penuh… *weikss Smile with tongue out)

Istana ilalang

Ok.. Kita bahas asal nama rumah, maksudnya kosan yang sudah 4 tahun ini tetap setia dihuni oleh makhluk-makhluk aneh (termasuk aku). Yep. Istana, pada nama tersebut memang berarti seperti yang dibahas pada paragraf di atas, yaitu seluruh defenisi tentang kedamaian dan Ilalang diambil dari nama sejenis rumput-rumputan liar yang kuat walau diterjang badai dan dijerang panas. Yaaa… sesuai lah sama karakter anak kosan ilalang ini yang tatap tegar dan tersenyum walau cobaan mendera. Selain itu, kata ‘ilalang’ juga dipilih karena di depan kosan kami sering ditumbuhi rumput-rumputan sehingga membuat suram penampakan rumah ini dari luar. But don’t judge from the cover, cobalah melewati pintu utama rumah ini. maka akan tampak ruang tengah yang bersih, lapang, tanpa sampah dengan sedikit debu.

Then… Soal terminologis ‘istana ilalang’ ditinggalkan sejenak. Sekarang yang terpenting adalah ‘Para Ilalang’ alias makhluk aneh yang sudah resmi menjadi anggota istana Ilalang. Ada 2 defenisi penting tentang penghuni kosan ini.

1. BEGO (oppps… ga bermaksud jujur, tapi baca dulu sampai habis)

‘BEGO’ disini bukan diartikan tolol, bod*h atau se-spesiesnya tapi maksud saya BEGO = BEnarbenar GOkil. Serius, anak-anak kosan ini memang gokil, ada ada saja bahan pembicaraan yang bisa bikin ketawa, ngakak, bahkan senyum sambil geleng-geleng kepala. Pernah waktu saya pusing karena kelelahan setelang pulang dari kampus + disambut tugas yang kudu dikerjakan, tapi saya malah ngacir ke markas besar kosan (kamar no 4, paling belakang, sebelah kiri), alhasil keluar dari kamar, pusingnya ga terasa lagi… Asli, ini serius lho… trust me

2. AMAK-AMAK

Tunggu dulu… jangan langsung diartikan. AMAK-AMAK disini bukan maksudnya anak kosan disini mirip amak-amak (oopss… jujur lagi *peace). Tapi, bisa diartikan AMAK-AMAK = Ahli-ahli MAsaK. Naah, Ini beneran jujur. Teman-teman kosan saya ini memang pintar masak, mulai dari masakan kelas berat seperti rendang, ikan bakar, dan Gulai ikan. Masakan kelas sedang seperti semur ayam, sambal teri, dan sejenisnya hingga masakan kelas ringan seperti telur dadar, mi rebus, dan  nasi putih. Bahkan yang istimewanya, AMAK-AMAK ini punya menu spesial seperti berikut ini.

1. Sayur Capcus (Campuran wortel, bunga kol, telur iris, kentang, jahe, cabe rawit, dll)

2. Tahu Bejeg (tahu yang dihaluskan + wortel + tauge + bumbu-bumbu lain)

3. Nasi goreng hijau (nasi goreng pake cabe hijau + bakso + wortel + telur.. Yummmy)

4. Nasi goreng jahe (nasi goreng pake cabe rawit + jahe + telur + wortel), dll

Pokoknya, ga kalah dah sama para masterchief yang di TV ituuuu.

Well, setelah penjelasan secuil mengenai para ilalang, sekarang adalah saat yang saya nantikan, yaitu mulai menulis tentang mereka satu persatu, sang ilalang.

(dimulai dari yang sesepuh yaaak…. Smile)

1. Kak Reni

Kakak yang satu ini kelihatan kalem pada awalnya, tapi ternyata BEGO juga kemudian hari.  Ciri khas terpenting dari kakak ini, poninya itu lho… Mirip poni supe*man.   Makanya Saya sebenarnya lebih suka memanggil kakak yang satu ini dengan sebutan ‘hero’. Sudah 2 tahun terakhir kak reni tidak menjadi penghuni kosan karena sudah bekerja di pekanbaru.

2. Kak Nina

Kakak yang ini memang yang paling ngegemesin between others walaupun beliau the oldest one. Genduttt, tapi gendutnya ngegemesin, pengen dicubit-cubit. Kakak yang ini selalu ceria dan punya suara yang mirip pengisi suara film animasi, pokoknya ngegemesin lah. Oupp… wait. Kakak ini ga orang sembarangan, beliau lulus dengan predicat cum laude dan menjadi lulusan terbaik. English-nya mantap sangat. Sekarang beliau ga ngekos lagi tapi lagi di jakarta buat persiapan keberangkatan beasiswa ADS ke Australia… hebat kan.

3. Kak Adek

Nama aslinya si Hayati Rahmi, tapi karena punya saudara kembar (silahkan tebak namanya…), kakak yang ini dipanggil adek dan sodaranya dipanggil uni. Saya sering nginap di kamar kak adek buat nonton siaran langsung MU (apalagi pas World Cup 2010). Maklum, ga punya TV… *hari gini

4. Kak Shendy

Waah… Kakak yang ini memang partner in shopping banget. Gimana ga? selera kami hampir sama, ukuran tubuh hampir sama. Makanya jangan heran kalo kami juga punya baju yang hampir sama model atau motifnya. Kakak yang ini terkenal sebagai kakak paling cerewet di kosan, yang selalu mengingatkan kalo ada yang lupa tugas piket. Tapi jangan salah, walaupun cerewet kakak ini Kepala koki di kosan. Semua masakannya enak euy… Sampai sekarang kak shendy masih menjadi sesepuh di kosan karena sedang menempuh studi s2 nya.

5. Kak eel

Pertama bertemu dengan kak el, kesannya… “masya Allah, ni cewek kok tinggi banget yaaa”. Yup, Kak el adalah the tallest one di kosan. Awalnya sih, saya ga sekamar dengan kak el karena saya mengambil 1 kamar sendiri. Tapi sejak awal 2011, saya memutuskan untuk hijrah ke kamar yang selama ini menjadi markas besar kosan ilalang. Yaa, jadilah saya sekamar dengan dua makhluk ajaib, si ay ay dan kak el. Kakak yang satu ini memang kakak banget lah… Kalo pulang selalu nasinya sudah masak, kalo demam selalu dikompresin, dan yang terpenting kakak ini adalah burung hantu di kosan. Maksudnya, beliau ini merupakan tempat curhat paling nyaman bagi para ilalang (termasuk saya). Kakak ini juga berperan sebagai partner in light alias teman buat berlomba ke arah kebaikan, tapi bukan berarti ilalang yang lain merupakan domba yang tersesat. Maksudnya, kakak yang ini jadi rekan untuk saling mengingatkan, membangunkan shalat subuh (saya yang paling susah bangun), gantian jadi imam shalat berjamaah, lomba hafalan n tilawah, dll. Kak el juga jago bahasa inggris, especially speaking, jadi kamipun meresmikan bahwa everyday is english day between us. Tapi sayangnya sekarang kak el cuma 2 hari dalam seminggu di kosan karena beliau sudah kerja di bukittinggi. Maka jadilah saya berbicara ke diri sendiri seperti penderita schizophrenia stadium awal.

6. Kak Puti

Saya lebih sering memanggilnya uni, uni ayu karena nama lengkapnya Puti Ayu Apsari. karena kami berasal dari daerah yang sama, Kerinci. Bahkan rumah kami cuma berjarak 300 meter dan karena beliau pula saya akhirnya terdampar ke rumah yang dihuni makhluk-makhluk ajaib ini. Di antara yang lain, kakak ini memang yang paling ngangenin dan paling lucu. Hampir semua tingkah dan perkataannya menggelitik perut kami. Kalau pagi-pagi, kak puti sering melakukan ritual olahraga rutin dengan berlari mengelilingi ruang tengah yang memang kosong lalu mulai berputar-putar di atas benda antik milik kak teti yang saya sendiri tidak tahu apa nama dan fungsi sebenarnya. Naah… di antara semua kenangan bersama kak puti, yang paling luar biasa adalah suaranya saat bernyanyi (dan saya yakin semua anak kosan sepakat dengan saya). Suaranya itu lho….. Luar biasa, vibranya, cengkok khas kak puti yang memang tidak mungkin diderivat oleh makhluk manapun. Bahkan beberapa anak kosan (termasuk saya juga) sudah berkali-kali latihan dan mencoba menyamai cengkok kak puti, tapi hasilnya = nol.

7. Kak Juri

Kak Juri menyebut namanya sendiri sebagai ‘ayu’ karena memang nama aslinya Rahayu Nofita Juri. Tapi karena ada beberapa ‘ayu’ di kosan, ya jadilah digelar ‘juri’. Kakak ini paling mudah diidentifikasi di kosan karena suaranya yang khas –>cempreng. Berbeda dengan kak Puti yang punya cengkok khas saat bernyanyi, kak juri malah punya suara yang ajaib yang sama frekwensi getarannya, baik saat beliau bernyanyi, bercerita, teriak, bahkan menangis (really miss her voice). Kak juri punya kebiasaan yang sering bikin saya jengkel yaitu jika sedang ikut nebeng nonton, beliau ketagihan bertanya tentang film saat saya sedang konsentrasi penuh pada film yang saya tonton.

“Ceritanya tentang apa piak?” Pertanyaan pertama masih saya jawab dengan antusias.

“ Yang itu siapa namanya”?

“Kok dia begitu, piak?. kan kasihan”

“Piak, kok dia malah pergi?”…. “Kok dia malah mati, piak?”

Wuaaaa… Ujung-ujungnya, saya timpuk juga pake kaus kaki *adekdurhaka

8. Kak Teti

Saya lebih suka memanggilnya ‘huba’ dan begitu pula kak teti memanggil saya. Saya lupa asal muasal nama itu. Kak teti adalah satu-satunya senior farmasi yang saya miliki di kosan, sekaligus kakak bepe. Kakak ini juga tidak kalah aneh dibanding yang lain bahkan dianggap paling aneh. Saat pindah ke kosan ilalang, kak teti langsung memasang keranjang basket di dinding ruang tengah, dan alhasil ruang tengah pun disulap menjadi lapangan basket mini (kadang2 jadi lapangan Voli dan tenis dinding). Kak teti terkenal paling herbalis banget (farmasis gituuu). Makanannya pun selalu dijaga 4 sehat 5 sempurnanya. Resep sehat kak teti yang paling terkenal di kosan adalah makan nasi dengan lalapan wortel atau tomat mentah. Karena sama- sama di farmasi, saya cukup beruntung karena ada banyak warisan buku yang bisa dipinjam. heheee. Tapi setelah kak teti pindah, saya kembali menjadi farmasis sebatang kara di kosan.

9. Ayu

Kesan pertama sama ni anak –> orangnya pendiam and ga berani macam-macam. Hal ini terbukti, karena ni anak tetap adem ayem walaupun saya secara tidak sengaja menyebabkan kebanjiran lokal di kamarnya (waktu itu kami belum sekamar). Eittt… berselang beberapa tahun, tepatnya setelah saat bersejarah G30S di padang, saat itu semua anak kosan ilalang tidur bersama di ruang tengah dan sharing + ngajak adek-adek yang baru di kosan ga malu-malu buat gabung sama anak kosan yang lain. Setelah kejadian itu, weisss… berubah banget. Malah jauh dari yang namanya diam, heboh-maker, suka teriak, apalagi kalo udah join sama kak el –> disturber saat lagi belajar. Ni anak terkenal sebagai yang paling modis di kosan, pintar nyesuain warna n model baju. Kadang-kadang warnanya nabrak, tapi tetap kelihatan chic. Makanya ni anak sering jadi ‘konsultan fashion’ di kosan.

“ Yu, kalo warna ini dengan yang ini cocol ga?”

“ Kalo rok-nya ini and jilbabnya ini, nyambung ga ay?”

Kalo biasanya cewek yang suka dandan malas masak, ni anak malah beda. Ayu malah suka masak dan masakannya ga kalah saing sama masakan kak shendy (kalo saya sih, ngaku kalah Sad smile)

10. Fani

“Hai… kak !!”

Sapaan ini hampir berdengung setiap hari di telinga saya karena ulah adek kos yang satu ini. Setelah satu atap hampir 2 tahun, saya tetap menerima sapaan itu hampir setiap hari di rumah. Adek yang satu ini juga aneh. Anehnya begini, saat pertama dekat dengan adek ini, dia terkesan tomboy. Keluar rumah lebih sering pake jaket, sering main basket, tergabung dalam UKO di politeknik. Tapi di sisi lain, cara ngomongnya lembut banget, sangat rajin menjaga berat badan, bahkan sering bela-belain ga mau makan kalo sudah lewat jam 7 malam walaupun dia belum makan malam (kalo saya, mana tahan…). Kalo sudah seperti ini, walaupun bukan ahli gizi, sebagai calon tenaga kesehatan saya merasa bertanggung jawab dalam menangani kasus yang seperti ini.

11. Dian

Adek yang satu ini memang soulmatenya si fani. Udah sama-sama di politeknik, sekamar pula di kosan. Beda dengan fani, dian malah sering berkutat dengan program penambahan berat badan. Adek yang ini merupakan pemegang rekor pulang kampung tersering, hampir tiap minggu, kadang-kadang saya sedikit merasa iri juga. Adek yang ini juga paling sering nanya koleksi film-film yang baru disewa karena hobinya sama dengan saya –NONTON FILM DI LAPTOP.

Btw, tahu dengan simbiosis mutualisme? *laaah appa pulak hubungannya?

Begini, karena kami memiliki ukuran kaki yang sama (no 35 atau 36 gitu), ya kami sering saling pakai sepatu gitu, ya jadi kelihatan punya banyak sepatu gitu… oppss secret

12. Kak her

Kakak yang ini baru pindah ke istana ilalang sekitar 1 tahun yang lalu menggantikan kak adek yang pindah karena mau nyari kontrakan saja. Awalnya kami ga rela nambah personil baru coz para ilalang kan udah klop. Eh… ternyata, kakaknya asyik juga, baik banget, and lucu. Naaah… yang terpenting, kak her sering menjadi sponsor cemilan buat anak kosan. Setiap pulang dari hang out ato shopping, kak her jarang pulang dengan tangan kosong, selalu bawa jinjingan. Kadang kami kecipratan makan pizza gratis, donat J-co gratis, cake coklat gratis, gorengan gratis, pokoknya makanan gratis lah… *mentalgratisan. Kak her juga sering bikin ketawa karena kecepatan bicaranya tidak bisa menyamai kecepatan otaknya jadi yaa sering ada yang missing kalo lagi ngomong.

13. Elisa alias saya sendiri

Wuaaa… saya tak tahu pasti seperti apa ilalang yang satu ini.

ILALANG MUDA –> Penghuni baru

1. Kak nia n Helen

Dua pendatang baru ini resmi menjadi tetangga depan kamar saya sejak 4 bulan yang lalu. Dua bersaudara ini memegang rekor sebagai ‘pendatang yang paling cepat beradaptasi’ di kosan karena baru beberapa hari saja sudah akrab dengan teman sekosan. Pasangan ini juga terkenal sebagai yang paling rajin masak, ga pernah beli sambal, and kalo pulkam pasti bawa banyak sambal… Smile

2. Monik n Fitri

Ini ni pasangan sekamar paling bungsu, angkatan 2011. Masih imut-imut, ga kayak kami para sesepuh yang sudah amit-amit. Saya paling suka melihat mereka tertawa terkikik kecil  sambil menutup  mulut, IMUT banget. Ni anak berdua rajin banget, mungkin karena masih tahun 1 yaa (kayak saya dulu), pagi jam 7 udah siap mau ngampus, trus pulang jam 4, malamnya belajar dan bikin tugas or laporan praktikum dengan mesin tik *ahhh… suaranya benar-benar mengganggu.

For all

Thanks for being part of my tale and  friend in my adventures

*ni ada puisi karya Abbyahawatif tentang ILALANG. Cocok banget buat para ilalang di kosan ini.

Ilalang masih saja berdiri bergoyang mengikuti kemana angin menyapa dirinya. Ia tak pernah bosan berdiri di padang yang luas menghampar. Bersama ilalang lainnya ia lalui hari-harinya hingga kelak dirinya akan menguning dan kering. Ilalang tetaplah ilalang, ia tak pernah iri melihat kawannya sang bunga yang memancarkan pesona keindahan pada si kumbang jalanan. Ia tetap teguh dan berteman dengan sang angin hingga dirinya menguning. Dan kelak akan terbawa angin karena tubuhnya telah meringan dan akhirnya tersapu bersama debu jalanan.
Ilalang tidak pernah menyesali tipis tubuhnya, yang karena itu ia akan mudah digoyangkan oleh sang angin. Ia tidak pernah bosan dengan warna hijau daunnya yang membuat manusia akan tahu bahwa ia hanyalah rerumputan. Ilalang tidak akan pernah hidup sendiri karena ia selalu tumbuh bersama dengan ilalang-ilalang yang lain. Besama menapaki hari-hari dalam syukur kepada Penciptanya.
Ilalang menari di bawah gerimis bersama riuh dedaunan yang berguguran. Gerimis membasahi tubuh mungil ilalang, walaupun tak kuasa tuk melemahkan sang ilalang. Karena ilalang senantiasa berdiri menentang apa saja yang menerpanya. Ilalang bahagia menjadi dirinya yang dapat menyaksikan dinginnya hujan dan teriknya mentari dengan tetap tegak berdiri bersama yang lainnya..
Karena ilalang kuat hadapi sentuhan alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s