Islamic Self-Interview

Saat sedang iseng membukabuka folder ebook di laptop, saya menemukan salah satu ebook favorit saya. Saya sudah membaca ebook ini sebelumnya, tapi yang namanya suka, tak bosan juga dibaca ulang. Sebenarnya besok saya ujian, tetapi karena ujiannya open book (syukurlah…) dan kalaupun dipelajari sepertinya tidak banyak yang akan masuk ke hippocampus saya karena sebagian akan tumpah dan sebagian lagi akan memantul balik.

Okay, kembali tentang ebook tadi. Yaa… saya memutuskan untuk membaca ebook malam ini, tetapi karena membaca ebook ini pula saya tertarik untuk memposting tulisan ini di blog. Saya tertarik dengan kalimat dalam ebook. Bunyi kalimat itu begini ‘bersediakah kau menikahimu?’. Dulu, saat pertama kali membaca buku ini, saya sempat mengira ada kesalahan penulisan. Setelah saya baca pelanpelan, kalimat itu tidak menunjukkan adanya indikasi salah penulisan.

Ahhh… mungkin mata saya yang mulai berulah”… Saya mulai mengucek mata, lalu membukanya lagi berharap ada perubahan pada kalimat itu, tapi hasilnya –> nihil.
Berarti saya menyimpulkan kalimat ini tidak salah, saya lah yang salah karena menganggap kalimat yang tidak salah adalah salah *wadooh viaaa, ribet banget bahasamu.

Saya pun mengalihkan mata ke kalimat  hingga paragraf berikutnya dan menyadari kalimat itu memang tidak salah. Kalimat itu punya makna yang luar biasa. Saya mulai tersenyum sendiri memikirkan jawaban yang muncul jika pertanyaan ini ditujukan kepada saya. Malah dalam ebook yang saya baca ini, ada beberapa pertanyaan ‘ajaib’ yang membuat saya semakin terkikik memikirkan jawabannya.

Jika aku berkenalan dengan seseorang (yaitu diriku sendiri) yang memiliki karakteristik, tingkah laku, dan sikap seperti ini bersediakah aku menikahinya?)

Saya menganggap kata-kata di atas luar biasa ampuh digunakan sebagai ‘sarana’ untuk bermuhasabah. Serius, cara ini bisa membawa kita untuk bercermin pada diri sendiri. Bahkan agar bisa menilai diri lebih jauh, kita bisa menyusun pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada diri sendiri, baik untuk mempertanyakan peran diri sebagai teman, anak, mahasiswa, rekan kerja, adik, ataupun pasangan seperti….
Bersediakah aku berteman denganku?”, “Bersediakah aku mempercayaiku?”, “Bersediakah aku menjadi putriku?” “Bersediakah aku bekerjasama denganku?”, “Bersediakah aku menjadi adikku?”, “Bersediakah aku menjadi mahasiswaku?” “Bersediakah aku menjadi istriku?”
Atau pertanyaan seperti ini “Maukah aku menjadi atasanku?” “Maukah aku menjadi diriku?” *hee… pertanyaan terakhir ini terasa aneh.


Wuaaa… Deretan jawaban terlintas dalam benak saya dan saya tertawa sendiri memikirkannya. Mengapa tertawa? Karena saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam diri saya yang harus saya perbaiki. Ok, saya juga manusia jadi wajar jika saya khilaf *nyarialasan. Tapi, kalau kita salah dan berniat untuk memperbaikinya, bukankah itu lebih baik?

Saya juga tertarik dengan salah satu hadis yang tercantum dalam ebook ini

Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaklah dia membetulkan dengan tangannya; dan jika dia tidak punya cukup kekuatan, maka hendaklah dia membetulkan dengan lidahnya; dan apabila dia tidak mampu juga, hendaklah (menentang kemungkaran itu) dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman” (HR Muslim).

Selama ini, hadis ini digunakan untuk menilai tingkah laku dan sikap orang lain. Namun lebih tepatnya, nasehat Rasulullah ini sebaiknya ditujukan untuk mengoreksi diri sendiri. Bukankah jika kita merasa ada kemungkaran dalam diri kita, maka kita harus membetulkannya? Yep… hanya kita lah yang bertanggung jawab terhadap diri dan tingkah laku kita. Bukankah Allah telah berfirman dalam Ar Ra’d : 11

“… Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaanyang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

So, hayyuu bermuhasabah…

Sumber: Ebook “Satu Tiket ke Surga” karya Sabrina A. Bakar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s