Biarlah kali ini kusebut suka

For me, book is adventure.
*biarlah kali ini kusebut suka

Aku suka buku, bahkan lebih jauhnya lagi, aku menyukai toko buku. Aku suka menghabiskan akhir pekan di dekat buku (baca:toko buku). Seperti hari ini, padahal aku hanya punya waktu libur sore sabtu dan hari minggu untuk istirahat setelah 6 hari beraktivitas *soksibuk.

Tapi aku memilih toko buku sebagai tempat melepas penat. Menghela sejumput rasa rindu pada serpihan kata di setiap halamannya. Aku menikmati saat menyantap buku disana, di tempat itu, walaupun harus berdiri dan melelahkan kaki (?). Aku menyukai semua hal di toko buku. Rak-rak buku yang berjejer, musik yang menggelayut di sampul-sampul buku, roman muka manusia yang berinteraksi dengan buku seolah sedang berbincang. Ya, menurutku, mereka sedang berbincang. Aku juga menyukai hawa yang dihembuskan oleh orang-orang itu, orang-orang yang ingin tahu, ingin tahu tentang apa yang belum mereka ketahui, seperti aku. Aku bahkan menyukai aroma kertas yang berjilid itu, yang menyeruak dari seluruh penjuru ruangan.

Walaupun tidak mampu mengoleksi atau menjamah semua buku, dan walaupun orang-orang akan bosan mendengarnya, aku tetap menyukai buku dan tentu saja dengan toko bukunya. I do love book, bookstore, both of them… #eaaa. Seperti yang telah aku tulis, buku adalah petualangan. Aku bisa keliling dunia tanpa harus beranjak keluar dari toko buku, atau bahkan beringsut turun dari ranjangku. Kalau aku ditanya, “pernah  ke Tokyo?” maka aku akan menjawab “tentu saja pernah”. Bahkan aku pernah makan sup borsh di Moskow, bermalam di Kairo, menikmati musim panas di pedesaan Inggris, memandang senja di tepi sungai Seine, hingga mencium harumnya bunga di Keukenhof.

Tidak hanya itu, aku juga mampu menembus benteng waktu. Aku bisa bersua dengan manusia purba sesuka hati tanpa harus memiliki mesin waktu doraemon, atau pembalik waktu milik Hermione… Open-mouthed smile. Aku pun bisa ikut mengalami awal mula peradaban di Mesopotamia,  dan luarbiasanya, aku pun bisa merasakan indahnya perjuangan Rasulullah dan masa-masa kejayaan islam.

Dan tidak berhenti sampai disitu, aku bisa berkelana hingga ke galaksi andromeda, duduk bersama suku inuit yang sibuk membilang-bilang warna aurora, dan istirahat sejenak di Leti,,  menikmati pagi yang bersih, jauh dari kota yang pengap.

Petualanganku masih berlanjut, aku bahkan bisa mengunjungi negeri antah berantah yang belum pernah dipijak dan diindera makhluk manapun. Aku bisa mengunjungi peri di Pixie Hollow, membantu peter pan melawan kapten Hook di Neverland sampai dijamu oleh bangsa elf di Middle Earth, dan ajaibnya tiba-tiba aku telah berada di atas dek kapal yang berlayar di laut tak bernama (?)

Aku bisa mengunjungi semua sesukaku,
puluhan, ratusan,  bahkan ribuan kali.
Aku mencintai buku karena bukupun mencintai siapapun yang membukanya.

7 thoughts on “Biarlah kali ini kusebut suka

  1. Aku pun sama mencintai buku (baca: toko buku) selain banyak aneka ragam macam buku, Elissa sang penjaga tokonya pun menarik hatiku.Dan aku pun betah berlama-lama di toko buku itu.. Karena kisah cintaku berawal dari situ.

  2. saya juga suka buku dan paling suka jalan-jalan ke toko buku.
    tapi sekarang klo jalan ke toko buku nggak bisa setenang dulu menikmati buku-buku, ada dua buntut yang suka banget pilah pilih dan obrak-abrik tumpukan buku seenak mereka sendiri di toko buku. Kadang malah rebutan buku di toko buku. Nggak enak ama si mbak penjaga yang melototin anak-anak terus hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s