Choice

Mana yang lebih bisa diterima

meninggalkan atau ditinggalkan?

Ah, kita tidak akan mau memilih keduanya kan?

Jika boleh, kita pasti ingin mengusulkan opsi ketiga

jika bisa bersama, mengapa harus memilih

Dan, sayang sekali Tuan

kita harus memilih

memandang punggungnya menjauhi kita

atau

harus menyeret langkah dengan terpaksa

Namun

ada satu hal yang harus kita pahami, Tuan

meninggalkan bukan berarti pudar rasa

melainkan membentuk rasa

hingga masa tiba

rasa ‘kan berima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s