Deka

Pernahkah aku bercerita tentang temanku?
Ah, sepertinya belum, atau hampir. Maaf, kalau aku bertanya hal yang sepele. Tetapi beberapa hari ini aku memang agak pelupa. Kemungkinan karena benturan keras sebelum tidur beberapa malam lalu. Biasalah, karena ngantuk akhirnya aku tidak bisa membedakan yang mana bantal dan yang mana dinding kamar (?). Ya, setidaknya aku masih mengingat blog ini yang sepersekian tahun aku tinggalkan #alesan#

Ah, bukannya aku mau bercerita tentang temanku? Tu kan, aku lupa lagi.

Deka, gadis bertubuh mungil, atau bisa dikatakan lebih kecil dibanding gadis seumurannya. Wajahnya biasa saja, malah terkesan lugu. Satu hal yang paling kusukai darinya adalah dia senantiasa tersenyum, tulus. Dia adalah gadis paling aneh yang pernah aku temui. Pertama kali bertemu dengannya, aku langsung disodorkan pertanyaan aneh.

Deka : Hei, kamu mahasiswa baru juga yaa Open-mouthed smile
Aku : Hee..  Smile iya *cengengesan
Deka : Aku Deka, nama kamu siapa?  Open-mouthed smile
Aku : Via.. hee *cengarcengir Smile
Deka : Kamu tau ga nama lengkap aku? Who me?
Aku : eee  Disappointed smile  kok malah nanya aku, ini anak ilang ingatan kali ya (dalam hati) *geleng2+tampanglugu
Deka : Ayo coba tebak ! … Open-mouthed smile
Aku : Hhh… Thinking smile *purapuramikir… Deka Putri… Deka Santika… Deka Wahyuni… Deka… @%*&^$$
Deka : Pasti nyerah… Sudah kuduga ga ada yang bisa nebak dengan benar.
Aku : Annoyed Kalo udah tau gitu, kenapa masih nanya (masih dalam hati) *mulaijengkel
Deka : Laughing out loud MERDEKA, nama lengkapku Merdeka. Kakekku, orangtua Ibuku adalah pejuang kemerdekaan negara kita. Jadi, kakek berpesan kepada Ibuku agar cucunya diberi nama MERDEKA. Ibuku bilang, nama itu adalah doa kakek, agar Aku menjadi manusia yang merdeka, tidak dijajah oleh makhluk Tuhan.
Aku : Confused smile ooo… bagus ya (dan seterusnya aku memilih diam)

Kamipun mulai mendeklarasikan pertemanan sejak saat menjengkelkan itu.

Pernah suatu hari, salah satu adik kosku meminta pendapatku mengenai tugas artikel tentang konservasi sumber daya alam. Lebih spesifiknya, tentang Akan jadi apa pohon Bayur beberapa dekade  mendatang?”. Akupun iseng menanyakan pendapat Deka tentang tugas artikel ini. Dan tahukan kalian apa yang terjadi?
Deka kalap, matanya berbinar-binar. Liar. Seolah baru menemukan teori yang mampu mematahkan Relativitasnya-Einsten yang mahsyur itu.
Diapun berdiri, berjalan seperti setrikaan, senyum-senyum sambil mengepalkan tangannya. Aku khawatir, akan keluar ide gila dari otaknya.

Tentu saja pohon Itu akan menjadi Pohon”, Deka setengah berteriak
Kalo itu, aku juga tahu”, aku membatin Disappointed smile
Begini, Coba bayangkan Pohon Bayur, yang memiliki batang besar. Pada pohon sebesar itu, terdapat aneka buah, mangga, manggis, apel, jeruk, &%$&%*#…… Pohon itu akan menjadi aset yang luar biasaNerd smile

Kekhawatiranku terjawab. Deka mulai gila. Mana mungkin ada pohon seperti itu. Tetapi sebelum aku melanjutkan apa yang aku pikirkan, Deka kembali mengutarakan idenya.

Tidak ada yang tidak mungkin, segalanya mungkin di era modern ini. Kita bisa melakukan rekayasa genetika, teknologi cangkok modern. Bukankah ini luar biasa? Pohon yang memiliki multifungsi. Daunnya berpartisipasi sebagai paru-paru bumi, akarnya yang mampu menyimpan suplai air, ditambah dengan aneka buah. Rekayasa genetika bukan hal asing lagi saat ini. Apalagi beberapa tahun ke depan, disaat teknologi berkembang pesat, ide ini bukan mustahil lagi. Aku yakin artikel ini akan mendapat nilai tertinggi”

Aku mengalah, mencoba menerima ide gila ini. Tapi ada satu hal yang menggangguku. Aku merasa ada cacat dalam rencana ini.
OK. tapi bagaimana caranya memetik aneka buah dengan pohon setinggi itu?”
Ah, aku menanyakan hal bodoh pada gadis aneh ini. Sebelum aku sempat menarik pertanyaanku. Deka semakin kalap, matanya semakin liar. Seolah Dia baru saja membuktikan bahwa ternyata gravitasi adalah nihil alias tidak ada.

Ah, tentu saja itu hal mudah, dengan teknologi modern beberapa dekade mendatang, kita tidak perlu memetik buah itu secara langsung. Pohon itu akan dintegrasikan dengan software mutakhir pada perangkat canggih seperti komputer ataupun ponsel sehingga memungkinkan pohon itu di-setting sesuai keinginan user, tentu saja hanya yang memiliki password yang bisa mengakses pohon ini. Bayangkan kita bisa memetik buah hanya dengan meng-klik ‘take’. Kita dapat menambah variasi buah hanya dengan meng-klik ‘insert’. Atau mungkin malah bisa mengatur warna dan ukuran hanya dengan meng-klik ‘edit’. Luar biasa bukan?

Begitulah Deka, gadis aneh yang memiliki ide gila yang melampaui masa. Jalan berpikirnya meloncat-loncat. Terkadang aku melihatnya sebagai penderita schizophrenia akut, Namun tidak sedikit yang mengakui bahwa Deka adalah gadis jenius. Ah, orang jenius dan orang gila bedanya memang tipis. Seperti cuplikan quote berikut.

”Do you think I’ve gone round the bend?”
”I’m afraid so. You’re mad, bonkers, completely off your head. But I’ll tell you a secret. All the best people are.”
-Alice in Wonderland-

Ah, Deka… aku jadi menggosipkan dirimu. *peace

#Tulisan ini aku dedikasikan untuk UK, yang telah menyemangatiku bercerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s