Bulan madu Turki: Apa saja persiapannya??

Setelah fix mau ke turki, saya ama suami (waktu itu masi calon suami) mulai melakukan berbagai persiapan, di samping persiapan weddingnya, tentu saja. Karena si cowo di jakarta dan saya di bandung, kami menjadi pelanggan setia paket nelpon murah. hihi.. #thanks kartu as. Untuk ke turki, Saya malah sudah mulai membuat itinerary bulan madu ke turki setahun sebelum keberangkatan. *semangat amat ye*. Tapi, kalo emang pengen perjalanan yang nyaman, persiapannya ya kudu matang dan detail. Saya bukan tipe makhluk yang spontan, yang bisa pergi kemana aja tanpa persiapan. Untuk kegiatan harian pun, saya merencanakan dengan detail. Misalnya ni ye, kalo mau belanja bahan makanan, ya harus ada catatan. Kalo mau ke tempat yang baru, saya bakalan search rute terbaik kesana and review komen yang udah kesana. Ato kalo mau nonton, saya bakalan ngecek jadwal tayangnya karena saya ga suka ada waktu yang terbuang hanya karena telat masuk studio beberapa menit. *eh, malah curhat

Well, back again to the point. Emang apa saja si preparation yang harus dilakuin sebelum ke turki?

– Hunting Tiket Pesawat

Seperti postingan saya sebelumnya, pilihan maskapai ke turki cukup beragam. Saya dapat trik hunting tiket murah dari si refky, solo traveler yang menurut gue kecanduan liat stempel di passportnya.. *sorry ky*. Tapi jujur, preparation menuju turki banyak saya dapat dari blog ini anak. Ujung-ujungnya saya iseng ngikutin trik si refky, buka web qatar and….. serasa menang undian, mata saya berbinar ngeliat harga untuk rute KUL-IST-CGK cuma 1217 MYR, kalo dirupiahin kagak nyampe 5 jutaaa, pemirsaaaah..!! Ini murah banget menurut saya, mengingat tiket return jakarta-padang aja kalo lagi lebaran bisa 5,6jt (naik garuda di dadaku) dan tiket normal one way aja bisa nyampe 12jt. Saya langsung nelpon cowo saya yang waktu itu masi di kantor, katanya “ntar kita beli abis magrib ya”. Dan emang bukan rezeki kami, saat mau reservasi, harganya malah berubah menjadi 2700 MYR/person. Serius, saya langsung nangis, nyesel banget rasanya ngacuhin tiket gituan, sampe ga bisa tidur. Trus kertas corat-coret itinerary pengen saya robek aja *biar dramatis kayak di senetron*. Untung cowo saya bisa nyabarin saya, hff.

Akhirnya, pertengahan november, ada promo dari etihad dengan rute yang sama seharga 1500an MYR. Karena takut kehabisan lagi, kami langsung pesan. Yah, lumayanlah, dibanding harga normal. Biasanya etihad dan qatar airways paling sering ngasih promo tiket pesawat ke turki.

– Menyusun Itinerary

Untitled

Karena saya ama suami saya belum pernah ke LN sebelumnya, saya harus ekstra detail dalam merencanakan perjalanan kami. Dari hasil browsing selama beberapa bulan, ada beberapa opsi itinerary yang menurun kami lumayan lah untuk traveler pemula. Awalnya rencana perjalanan kami dimulai dari istanbul-bursa-selcuk-pamukkale-bodrum-goreme-istanbul. Namun, mengingat waktu yang sempit (9 hari), kami mencoret bodrum. Itinerary kami berubah pada akhir desember 2014 karena tiba-tiba turkish airlines ngasi promo untuk penerbangan domestik, istanbul-kayseri (menuju goreme) hanya 55 TL, all in. Ini udah murah banget karena harga bus istanbul-goreme juga segitu dan malah kita lebih hemat waktu karena perjalanan dengan bus menghabiskan waktu 10 jam sedangkan pesawat ya cuma 90 menit. Jadi rute kami akhirnya dibalik, mulainya dari goreme-pamukkale-selcuk-bursa-dan berakhir di istanbul.

– Penginapan

Penginapan selama di turki kami booking sekitar 5 bulan sebelum keberangkatan. Sangat mudah, karena cuma buka laptop, search yang sesuai kebutuhan, dan pesan, Voilaa!! Penginapan beres. Tidak harus dibayar langsung karena bisa dibayar saat menginap. Thanks to booking.com dan hostelbookers.com.

Untuk penginapan, kami memilih berdasarkan review karena review yang bagus, kemungkinan pelayanan, fasilitas, lokasi dan harganya juga bagus. Untuk di cappadocia, kami memilih penginapan di daerah cavusin yang sepi dan menenangkan, maklum lagi honeymoon😛 .. Kami menginap di pandora cave hotel (http://www.pandoracave.com/), berdasarkan review dari seorang blogger yang juga menginap disana sebelumnya.

pandora-cave-hotel

Di pamukkale, kami memilih Sahin Hotel karena lokasi yang tepat berhadapan dengan travertine,

hotel-sahin

sedangkan utuk di istanbul kami mencari kamar yang dilengkapi dengan dapur, biar bisa masak indomie…hihi. Akhirnya, kami menjatuhkan pilihan ke raman sultan suites yang berada di sekitar masjid beyazit dan di akdeniz hotel yang berada 200 meter dari blue mosque.

20708_49939_16
Sumber foto (all): tripadivisor.com

– Packing List

Agar perjalanan nyaman, saya paling ga suka kalo ada hal-hal kecil yang ketinggalan. Ga lucu kalo nyampe di turki, charger hape tinggal atau malah lupa bawa passport. Saya membuat packing list berdasarkan kategori, mulai dari pakaian, alas kaki (?), dokumen, barang elektronik, perlengkapan mandi, obat-obatan, dll. Serius ini, negbantu banget buat ngecek lagi kalo ada yang kelupaan. Oiya, jangan lupa browsing colokan listrik negara yang akan dituju karena beda negara, beda bentuk colokan. Ada baiknya para pemirsah membawa universal adaptor. Untuk turki, bentuk colokannya sama kayak di negara kita.

– Cuaca

Sebelum memesan tiket, ada baiknya sodara sodari mempertimbangkan cuaca pada waktu kunjungan. Kami memilih berkunjung ke turki pada bulan mei (akhir musim semi) karena cuaca pada rentang waktu ini lagi enak banget (?), sejuk dingin gimana gitu.  Ini penting karena menentukan pakaian dan perlengkapan apa yang perlu dibawa. Saat kami ke turki, suhu rata-rata sekitar 12-17 derajat celcius. Ini sih termasuk dingin bagi makhluk tropis seperti kami.. Selain itu, karena kami berencana ke uludag, bursa yang terkenal dengan pegunungan bersalju sepanjang tahun, kami membawa coat berbahan wool untuk bertempur. Oiya, jangan lupa bawa pelembab kulit dan bibir agar kulit tidak pecah and kacamata item ya karena cahaya matahari di turki silau abis.

– Booking Tiket Atraksi

Di turki banyak atraksi yang sayang dilewatkan, salah satunya hot air balloon di cappadocia. Ini mah salah satu bucket list saya ama suami. Kami memesannya melalui pemilik penginapan kami di cavusin. Kami menyerahkan urusan sepenuhnya pada beliau. Tinggal jelaskan rate yang kita inginkan, space di keranjang balon udah tersedia. Dan tentu saja, bayar sebelum terbang. haha. Untuk atraksi lain, kami membeli tiket lagsung di booth tiket disana.

– Visa

See my previous post here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s