Honeymoon Day 0: Brief Trip in Kuala Lumpur

Sehari setelah resepsi di rumah mertua, pariaman, perjalanan kami dimulai. Sekitar pukul 11 siang, kami sudah sampai di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Setelah pamit sama mama, papa, abang, kak wiwid, sama dua krucils yang ngangenin, kami langsung menuju counter check in. Lumayan deg-degan karena ini perjalanan ke luar negeri pertama bagi kami dan udah kami tunggu lebih dari setengah tahun. Semua persiapan kami lakukan secara mandiri, tanpa agen travel. Rasanya udah nyiapin dengan matang si, tapi ya tetap saja ada yang di luar dugaan.

Sambil nunggu antrian, saya meregangkan otot dan saraf saya yang sudah tegang karena acara pernikahan 7 hari yang non-stop di dua tempat. Sampai saat gilrannya kami check in dan drop baggage. Disini kami mulai panik karena bagasi kami overweight. Kami cuma memesan bagasi 20 kg dari airasia. Dan demi apa, angka di layar timbangan menunjukkan 26 kg. WHAT…??? Ini gimane carenye? trus ada bapak-bapak di counter sebelah, kasusnya juga sama dan harus nambahin bagasi 90 rebu/kg.  Untunglah, Allah ngasi jalan melalui mba yang di counter. Mba nya nyaranin kalo ada yang bisa dipindahin ke ransel atau cabin bag, pindahin aja. Dan mulailah acara bongkar koper, milahmilih yang mana yang bisa dioper ke ransel. Mana saya pake acara bawa beras lagi.. huh, norak banget yak.. alhasil, setelah proses bongkar muat, koper kami lolos.

20150507_124040
pas banget… kurang se upil

Alhamdulillah*rezekianaksholeha. Pelajaran pertama yang kami dapat, “Make sure that your baggage isn’t overwight”

Pukul 13.10 kami diperbolehkan boarding dan masuk ke pesawat. Dan perut emang ga pernah bohong ya. Karena paginya kami cuma makan lontong ama sala lauak (red: cemilan khas minang), perut kami mulai minta makan. Kami memutuskan untuk membeli makanan di pesawat. Dan demi apa lagi, mereka tidak meyediakan menu-menu yang berat karena ini cuma short flight. Akhirnya, kami cukup puas dengan cup noodle untuk pengganjal menjelang makan nasi + beberapa cemilan yang saya bawa di tas.

Sekitar pukul 16.30 waktu setempat, kami berhasil mendarat dengan mulus dan langsung menuju counter tiket bus menuju KL sentral seharga 10 MYR. Sesampainya di terminal KL sentral yang berada di basement, kami naik menggunakan elevator karena koper kami yang terlalu besar. Kami segera mencari locker penitipan koper yang ternyata berada tepat di lt 1 di bawah escalator, dekat mushalla. Ukuran locker yang ditawarkan beragam. Kami mengambil kukuran large karena koper dan ransel yang cukup besar. Harganya cuma20 MYR. Kami langsung shalat magrib dan menunggu waktu isya.

Setelah itu, kembali ke urusan perut. Kami mencari KFC karena suami saya agak picky kalo udah makan di luar rumah. Di sekitar kami yang terlihat cuma McD, burger king, dan beberapa kafe. Saya memberanikan diri bertanya kepada salah seorang pengunjung dan voilaaa, ternyata yang dicari tepat berada di lantai atas, sebelah kanan dari arah masuk basement. KFC disini punya frech fries yang enak banget karena ditambah dengan siraman cheese sauce.. Mmm, yummy. Harganya masi samalah dengan Indonesia.

20150507_192248Setelah men-charge energi, kami berencana menghabiskan waktu di KLCC sampai pukul 10 malam karena penerbangan ke istanbul masih lama, pukul 2.30 dini hari. Lagi-lagi kami bertanya dimana counter penjualan tiket dan ternyata pembelian tiketnya autoservice. Sempat bingung juga si, maklum masi katrok. Secara, anak kampung baru pertama ke LN. Biar ga malu-maluin orang indonesia, kami pura-pura ngeliat map statiun dan diam-diam memperhatikan abang-abang (?), yang lagi beli tiket. Untunglah, bahasa di monitornya masi bahasa melayu, kalo ga ya english, jadi masi bisa nyantol di otak. Akhirnya, tiket ke KLCC sudah di tangan.

Disini kami hanya foto-foto sebentar karena kami mulai kelelahan, butuh istirahat . Setelah puas foto-foto di suria, fountain, dan di depan petronas, kami memutuskan kembali ke KL sentral untuk mengejar bus ke KLIA. Kami berjalan menuju stasiun dan tiba-tiba beberapa orang, mungkin mahasiswa, lari-lari ke arah stasiun. Dan serta merta, saya mulai menarik tangan suami saya untuk ikutan lari karena takut ketinggalan kereta dan harus menunggu lagi. Saat sedang riweuh lari-lari, saya sadar ada yang hilang. JAKET SAYA, DIMANA JAKET SAYA? saya ingat melepas jaketnya saat foto-foto dan menggantungnya di tas lengan. Sepertinya jaket saya tercecer saat lagi lari-lari Untuk balik lagi, ga ada waktu. Dari pada ketinggalan bus ke KLIA, saya lebih baik merelakan jaket abu-abu kesayangan saya. hiks

jaket abu-abu..hiks

IMG_2040
My handsome one
IMG_2054
petronasnya kalah kece ama yang difoto
IMG_2076
Foto in diambil dengan pejuangan (sambil telungkup) oleh tfraveler dari kanada
IMG_2091 - Copy
my tired face
IMG_2096 - Copy
With you
IMG_2078 - Copy
My silhoutte

Sampai di KL sentral, kami langsung menuju locker, mengambil koper dan segera menuju tempat pemberangkatan bus di basement. Karena kelelahan, kami tertidur pulas di bus. Pukul 11an, kami sudah di KLIA dan menunggu jam 12 untuk check in. Disini, suami saya masi semangatnya pengen motoin saya padahal saya udah ga sanggup lagi di foto. Dan inilah hasil dari motoin wajah capek saya.

IMG_2099
Another tired face
IMG_2103 - Copy
Capek pisan, no camera !
IMG_2101 - Copy
Yaelah.. minta difotoin balik

bersambung

One thought on “Honeymoon Day 0: Brief Trip in Kuala Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s