Honeymoon Day 2: Menjelajah di Cappadocia

Pagi ini kami bangun agak cepat karena memang disini azan subuh berkumandang pukul 3 dini hari. Ya, efek menuju summer, dimana matahari lebih awal muncul dan agak telat pulang (?). Kami sangat bersemangat pagi ini karena bakalan menikmati sunrise dari ketinggian menggunakan balon udara. Ummut bilang pihak Assiana Balloon akan menjemput kami di hotel sekitar pukul 5 pagi. Kami memutuskan untuk tidak mandi karena udara disini dingin banget, lagipula kami udah mandi semalam *alesan*. Saya memakai berlapis-lapis pakaian karena takut kerasukan udara beku. Mulai dari longjhon heattech, kaos biasa, sweater, dan terakhir wool coat plus wool scarf. Sekitar pukul 5.15, kami dijemput oleh seorang cowo Turki. Kami dipersilakan masuk ke van yang ternyata kosong, hanya saya ama suami aja (plus si cowo Turki). Van mulai bergerak ke arah jalan raya Cavusin-Goreme, berbelok ke jalan setapak sebelum mencapai goreme. Sepuluh menit kemudian kami sudah berada di lokasi take off bersama wisatawan lainnya. Pihak Assiana telah menyiapkan sarapan berupa teh dan kopi hangat beserta berbagai jenis cakes, wafer, dan biskuit. Oiya, sarapan sama van antar jemput sudah termasuk harga tiket balon udaranya ya, jadi ga bayar-bayar lagi.

20150509_053515
Assiana van

Setelah beberapa saat selesai sarapan, saya mulai curiga. Kenapa balonnya ga ada yang ‘ditiup’ ya? Wisatawan yang lain sepertinya juga mulai cemas. Gerimis mulai turun yang membuat kami berjalan ke arah pohon kecil untuk berlindung sembari menunggu kepastian. Tidak lama kemudian, pihak Assiana meminta kami berkumpul dan mengumumkan bahwa penerbangan balon pagi ini ditiadakan karena faktor cuaca yang berkabut dan mulai gerimis. Plaaakk!! Demi Apa, saya udah jauh-jauh kesini pengen naik balon tapi malah ga jadi. Serius, beneran kecewa. Padahal ini nih hits dari perjalanan kami. Tapi, pihak Assiana juga ga salah karena memang semua  balon udara dilarang untuk mengudara karena alasan keselamatan. Kami dan wisatawan lain dipersilakan memasuki van untuk diantar kembali ke hotel. Eh iya, ini tiketnya emang blom dibayar, karena pembayarannya kalo udah mau take off. Beberapa wisatawan menanyakan mengenai jadwal untuk besok pagi. namun pihak Assiana tidak bisa memastikan ada tidaknya space karena tiket untuk besok tentu saja sudah ada yang punya. hiks. Jadi pengen nangis.

Sekitar pukul 6.30 kami sudah sampai di hotel dan langsung masuk kamar. Beneran bingung, karena ntar malam kami harus ke Pamukkale. Kami berencana cuma menginap semalam di Cappadocia. Ga nyangka bakalan jadi begini. Suami saya yang paling tenang, beliau ngasi dua opsi ama saya. Opsi pertama, tetap seperti itinerary awal, ntar malam ke pamukkale dan say goodbye to hot air balloon. Opsi kedua, itinerary perjalanan di Turki kami dirombak, tambah satu malam di Cappadocia, besok pagi naik balon udara (kalo cerah), ke Pamukkale besok malam dan wisata ke Ephesus dihapus. Galau banget dah, Mana belom tentu besok pagi bakalan cerah, kalo mendung lagi gimana? tapi masa ga naik balon udara? Setelah berpikir panjang dan bismillah kami mengambil opsi kedua dengan resiko hotel di Pamukkale terbuang percuma.

Kami naik ke lantai dua untuk menanyakan ke Ummut apakah kamar kami masi available untuk malam ini plus minta Ummut booking tiket balon udara untuk besok dan sekalian sarapan di hotel. Sarapan di Pandora Cave Hotel berupa turkish breakfast yaitu sarapan ala turki dengan menu wajib berupa tomat, mentimun, daging, roti, selai/manisan, dan buah zaitun. Selain itu juga ada sereal yang bisa dimakan bersama susu. Minuman yang dihidangkan juga beragam mulai dari teh turki, susu, dan aneka jus buah. ‘Syekira’ dengan senang hati memasakkan chesse omelette untuk kami. Oiya, Syekira ini bukan nama sebenarnya, nama beliau kalo ga salah Mohammed cuma Ummut bilang beliau minta dipanggil Syekira. Hah, ada ada wae.

IMG_2199
Buffet breakfast at Pandora
IMG_2200
Ummut and Mohammed

Setelah sarapan, Ummut mendatangi kami dan bilang kalo dia bakalan nyari tiket balon udara untuk besok pagi. Trus dia juga nawarin private tour dari hotelnya, rutenya dia yang ngarang sendiri, pake mobil pribadi dia and sopirnya si Syekira. untuk berdua cuma 80 euro. Ini udah murah karena ini private tour lho. Kami pun sepakat mengambil tawaran ummut. Lagipula ngapain coba seharian di hotel. Kalo travel mandiri, kami berencana melakukannya besok siang. Syekira bilang perjalanan akan dimulai pukul 9, jadi ya masi 2 jam lagi. Kami pun bersantai di lobi sekaligus kafe hotel dan berfoto-foto di balkon sambil menikmati pemandangan di Cavusin yang luar biasa indah.

IMG_2245
Balcony at Pandora

Pukul 9, Syekira sudah mengetuk pintu kamar pertanda kami akan segera berangkat. Ternyata ada satu orang lagi yang ikut, Isiana, asal Kanada yang bekerja di Ankara dan sedang liburan. Ini adalah ketiga kalinya dia menginap di Pandora Cave Hotel, makanya dia juga ikut karena sudah akrab dengan Syekira yang tidak bisa berbahasa inggris. Mobil yang kami gunakan berwarna merah, mirip yar*s, dan sangat luas karena cuma berempat. Mobil mulai melaju ke arah goreme and our adventure began.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Goreme open air museum yang bisa ditempuh berjalan kaki jika menginap di Goreme. Perjalanan kesana kami tempuh dengan melewati beberapa hotel yang berada di dalam gua atau cave hotel. Hingga akhirnya Syekira memarkir mobilnya dan kami bergegas menuju ticket booth. Tiket masuk museum ini hanya 10 TL. Yang masuk cuma kami bertiga, Syekira menunggu di parkiran. Enaknya private tour, kita ga diburu-buru, terserah mau ngalay berapa lama..hihi.

Goreme open air museum merupakan museum batu yang terdiri atas gereja-gereja tua yang berada di dalam gua. Disini bisa dijumpai berbagi bentuk bebatuan yang menawan. Makanya, Cappadocia juga sering menjadi langganan lokasi syuting film hollywood macam Star Wars and Ghost Rider. Suami saya tidak hentinya jepret sana sini karena kalap ngeliat batu (?). Museum ini sangat luas dan butuh banyak tenaga untuk menjelajahinya karena permukaan jalan yang mendaki. Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam disini. Tujuan berikutnya adalah ‘passabag’

IMG_2296
:*
IMG_2342
Feel like hobbit standing beside her..hiks
20150509_110940 (2)
Really love this pic
IMG_2324
I am glowing in the dark..hahah
IMG_2329
Thanks Isiana..
IMG_2370
muaaaah
IMG_2379
Sepertinya cowo saya berniat motoin cewe yang baju ijo..hiks
IMG_2380
Diminta fotografer miring ke kiri.. ternyataaa… T_T
IMG_2468
Sang penjaga museum hatiku.. cihuuy

Passabag merupakan sudut rupawan di perbukitan Cappadocia yang letaknya dekat cavusin. Bebatuan disini sangat unik karena menyerupai jamur. Berada disini seperti terjun ke dalam negeri dongeng. Ah, Words can’t describe it. Untuk menikmati keindahan ini, kami tidak perlu membeli tiket. Gratis daang.. Kami mulai mendaki ke arah bukit, cukup terjal sih. Saya sampai harus berpegang erat ama suami.. ihiiy. Romantis banget, apalagi anginnya sepaysepoy gitu. Syekira juga ikutan kali ini malah maksa-maksa gitu buat ngatur pose foto saya ama suami. Kita mah pasrah aja.

IMG_2499
Our travelmate
IMG_2498
Throw into fairyland
IMG_2503
Maaf, foto saya lagi😦
IMG_2509edit
Levitation
IMG_2513edit
Our postwed
IMG_2523
Ah, saya lagi pemirsaah
IMG_2548
Hasil foto arahan Syekira

Setelah capek foto-foto, kami beranjak ke ke salah satu usaha keramik di Avanos, bernama Kapadokya Seramik.  Disini, kita bisa belajar langsung cara pembuatan keramik yang sudah turun-temurun. Bagi yang dompetnya tebel, bisa tuh beli keramik-keramik caem buat koleksi di rumah. Kalo kita mah budget traveler jadi ya cuma bisa mandang ama motoin aja.

IMG_2591
In avanos, ceramic center
IMG_2570
Abang ganteng… walopun berlumpur tetep ganteng..*liriksuami
IMG_2590
Aku, Kau, dan piring-piring itu (?)

Tidak terasa sudah jam 1 dan kami mulai mulai kelaparan. Tadi Ummut menyarankan agar kami makan siang di Uranos. Katanya romantis gitu untuk kami yang lagi bulan madu. Kami mah nurut aja. Setelah 10 menit berkendara, kami sampai di restoran Uranos Sarikaya. Restorannya ternyata berupa gua, sangat luas. Beberapa bus dan mobil pribadi berjejer di parkiran. Waktu Syekira mau parkir, eh ditahan gitu. Trus ditanyain, udah booking tempat apa belom. Ternyata kalo mau makan disini ga bisa langsung cus masuk aja, harus booking dulu. Untung, Ummut udah pesan kursi untuk kami berempat. Kami masuk di pintu utama dengan kanan kiri berupa ruang VIP, dapur dan toilet. Ruangan kami berupa aula dengan tempat duduk berundak dengan pusat di tengah ruangan yang diisi oleh bapak-bapak Turki yang lagi mainin, entah gitar, apa gambus gitu. Alhamdulillah, kami dapat row ketiga dari depan jadi bisa lebih deket liat si Bapak.

IMG_2609
Makaaan..makaaan
IMG_2601
Sang Bapak pemain gambus *bener ga ya?
IMG_2595
Aku, kalian, dan kendi itu (?)
IMG_2604
Our first pottery kebab
IMG_2608 (Copy)
Manis pisan euiii

Kami tidak diberi menu, ga tau mungkin udah dipesan ama ummut atau emang menunya khas jadi ya itu-itu aja. Paling abang turki nanyain “mau kebab daging domba atau ayam?” saya memilih ayam sedangkan suami saya milih domba. Yah, biar bisa saling icip. Saya ama suami sempat kebingungan karena yang disajiin awalnya bubur, tapi asin gurih gitu. Trus setelah abis, malah dikasih sup kacang. Hhh, ternyata mereka ga langsung nyajiin main course, harus makan appetizer dulu. Saya ama suami berasa jadi bule gitu. *uhuk*. Untung sup nya enak. Setelah kenyang dengan appetizer, main course nya baru nongol. Ini nih yang unik. Namanya Pottery Kebab. Domba yang dijadikan kebab dimasak di dalam pottery, semacam guci, dibakar, lalu dipecahkan di depan pelanggan. Setelah diicip ternyata kebab ayam nya enak, gurih, lumer lidah. Pottery kebabnya juga enak, cheesy banget cuma kurang garam aja si. Piuuh, kenyang. Kirain udah selesai, eh si abang turkinya datang lagi bawain dessert berupa bakhlava, kue khas turki yang sangat manis, menurut saya. Saya sempat cemas, ini bayarnya berapa. Mana 4 kali makan lagi.Tapi mau gimana lagi, kan udah masuk perut. huks. Alhamdulillah, kami makan gratis karena ditraktir ama ummut. Seneng deh. Makasi ummut. *rezekianaksholeh

Perut kenyang, kami makin pun semangat menuju tujuan berikutnya. Syekira membawa kami ke Camel Valley atau juga dikenal dengan Devrent Valley. Lembah ini terkenal karena landscapenya seperti di bulan dan formasi bebatuannya yang berwarna merah-jingga menyerupai hewan. Kami bertiga mulai menjelajah dan mengambil gambar sambil berdecak kagum. “Subhanallah, Alhamdulillah atas nikmatMu hingga hambaMu bisa menginjakkan kaki di bumiMu yang lain”. Sebenarnya view-nya akan semakin cantik jika awan mendung mau mengalah. Yap, akan lebih cantik jika disandingkan dengan lagit biru. Disini, kami juga menjumpai sepasang pengatin baru yang sedang foto keluarga. Si syekira pake acara maksa kami foto bareng mereka lagi, emang kami siapa? ah, ada ada aja.

20150509_145427
Seems like journey to the moon, ha?
20150509_145543
Landscape on Camel valley
IMG_2611
Another landscape
IMG_2632
^_^
IMG_2613
Lonely camel
IMG_2647
HAai-hati udaa.. ada tuyul di kepala..hahah

Setelah itu, kami beranjak ke gems jewellery. Toko ini punya bermacam batu akik cantik dan unik. Cocok banget buat bapak-bapak Indonesia yang lagi kena sindrom akik akut parah. Disini lagi-lagi kami cuma liat-liat karena memang ga niat beli. Kami segera beranjak ke tujuan berikutnya yaitu Pigeon Valley

Seperti namanya, Pigeon valley merupakan rumah bagi merpati. Ada ratusan merpati terbang dan berkerumunan di lembah ini. Kita bisa memberi makan merpati langsung, tapi hati-hati makanannya harus bayar lho, 1TL. Disini juga terdapat pohon yang dipenuhi dengan batu antik berwarna biru. kami mulai foto-foto disini sambil menikmati penampakan Uchisar Castle dari jauh. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk mendatanginya karena penasaran.

20150509_153916
Pigeon valley
20150509_154123
Bahagia itu adalah tertawa bersamamu
20150509_154221
Beginilah tampang saya jika dipaksa berpose
20150509_154604
Makasi pak suami…
20150509_154848
Maaf, ini bukan untuk casting model iklan closet

Uchisar Castle merupakan benteng yang dibangun penduduk pada masa byzantium. Puncak benteng ini merupakan titik tertinggi di Cappadocia. Menurut saya, Uchisar Castle ini mirip dengan Minash Tirith di Film Trilogy Lord of The rings. Tiket masuknya hanya 6,5 TL, murmer banget. Saya, suami ama Isiana bergegas masuk karena sudah mulai sore. Untuk menuju puncak, pengunjung harus menaiki tangga manual yang dipercantik dengan kerumunan daisy di setiap tikungan. Perjalanan menuju puncak benteng sangat menantang dan melelahkan. Namun, semua itu sepadan dengan pemandangan Cappadocia yang selalu bikin mulut menganga. Karena udara yang sangat dingin di puncak benteng, kami memutuskan untuk turun. Saat menunggu Isiana di luar kastil, kami bertemu dengan mahasiswa Indonesia asal Aceh. Beliau sudah 3 tahun kuliah di Kayseri. Kami sempatkan foto-foto ama beliau dan bertukar no hp dan email. Ternyata bahagia itu sederhana, sesederhana ketemu orang sekampung di kampung orang. haha.

20150509_160254
Kadang-kadang beliau ini agak narsis
20150509_162705
It’s cold.. but with you I feel warm
20150509_162023
The highest spot in Cappadocia
20150509_160740
Alhamdulillah, ketemu sodara sekampung

Setelah Isiana kembali, kami segera masuk ke mobil karena kedinginan dan sepakat kembali ke hotel karena sudah mulai gelap, hampir hujan.

Sesampainya di hotel saya dan suami langsung terkapar setelah jamak asar-dzuhur. Kami tertidur hingga jam 1 malam dan melewatkan magrib. Ya Allah, beneran lelah. Kamipun meng-qadha shalat magrib setelah menunaikan shalat isya. Kemudian kembali tertidur pulas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s