Honeymoon Day 3: Pesona Balon Udara Cappadocia

Günaydın Çavuşin..!!

Setelah di-pehape-in sama cuaca kemarin hingga ga jadi naik balon udara, pagi ini kami berdoa agar langit cappadocia cerah merekah. Kami kembali memakai pakaian tempur kemarin walopun pagi ini ga sebeku kemarin. Tapi anginnya tetep, semriwiiing. Brrrrrrrr.. Karena kecapean dan perubahan suhu udara saya mulai terserang batuk. Jadi, saya ga mau sampai masuk angin dan sakit karena kedinginan lagi. Kemarin, Ummut bilang kalo dia bakalan nyari space buat kami di balon udara pagi ini. Oiya, Ummut udah berangkat ke Chile kemarin sore untuk urusan kerja. Jadi, dia ga bisa nemani kami travel mandiri hari ini. Pukul 5.30 kami sudah menunggu jemputan. Namun hingga pukul 6.20 tidak satupun van yang parkir di depan hotel. Beberapa kali ada van yang melintas namun menjemput wisatawan dari hotel lain. Saya mulai cemas, takut ternyata ga dapat space. Tapi Ummut udah meyakinkan kami kalo dia bakalan nyari sampe dapat. Mana ga bisa nelpon ummut karena roaming int. Kami pun mengetuk kamar syekira yang sepertinya masih tertidur, untuk menanyakan tiket balon udara kami. Beliau cuma bilang ntar lagi bakalan dijemput kok. Yaudah, kami ngalah dan menunggu dengan sabar. Setelah 15 menit, kami melihat ada sekitar 5 balon udara yang mulai mengudara. Ampuuun dah, jangan-jangan kami beneran ditinggal. Saya makin kalap, langsung minta suami buat bangunin syekira lagi. Syekira tetep minta sabar menunggu dan jelasin kalo balon-balon yang lagi terbang itu cuma simulasi untuk melihat kecepatan anginnya berbahaya apa ga. Eh iya, syekira ini ga bisa english jadi komunikasi kami campuran antara english-turkish-body language. Kebayang ga frustasinya kami. Kami kembali menunggu dengan galau sambil motoin balon-balon udara cantik. Ga lama kemudian, sebuah van putih dan cowo turki yang kemarin menjemput kami bersama beberapa orang wisatawan Asia. Setelah duduk di van saya menarik napas panjang, lega.

IMG_2649
Ternyata cuma ngetes balonnya antibadai apa kagak..hahah
IMG_2659
Lokasi take off
IMG_2656
Mejeng dulu sambil nunggu balonnya ditiup…

Pagi ini kami kembali diberi sarapan dan kali ini balonnya udah mulai ditiup (?). Seneng deh. Trus, cowo yang tadi ngedatangin kami dan minta biaya tiketnya. Biayanya 130 euro per orang. Lumayan mahal si, tapi ini udah termasuk dapet yang murah lho karena harga normalnya sekitar 150 euro. Kami diminta untuk berkumpul untuk sesi foto bersama sebelum masuk ke keranjang (*bener ga si istilahnya?). Setelah itu baru dah manjat masuk ke keranjang. Untungnya, ada sekat di keranjang yang bisa dijadiin tangga buat cewe yang pake rok kaya saya. Keranjangnya dibagi 5 sekat. Bagian tengah hanya diisi pilot dan co-pilot dan samping kiri dan kanan diisi 5-6 orang per sekat. Karena saya ama suami cukup langsing, yang sekat kami ga terlalu padet. hihi. Sebelum take off, pilot ngasi penjelasan tentang proses landing. Saat landing, kami diminta untuk berpegangan pada tali di dalam keranjang dan menghadap ke arah  yang berkebalikan dengan pilot. And then, we fly…

IMG_2671
Take off
20150510_064341
Yaay.. finally, one bucket list checked
20150510_062639
Sepertinya cowo ini lebih tertarik ama batu dari pada cewe sendiri.. huhh
DSC06852
Udara panas ini lho yang bikin balonnya ngangkut kite-kite

Oiya, sekedar info. Balon udara di cappadocia ini merupakan yang terbaik di dunia lho. Karena  menawarkan landscape yang ajiib cantiknya dan keamanan yang tinggi. Walopun tahun 2013 kemarin sempat ada kecelakaan, ya namanya juga kecelakaan. Tapi dari beberapa atraksi balon udara di dunia, balon udara di cappadocia, turki ini tetep yang rangking satu. Balon udara kami mulai mengudara di kawasan cavusin dan dari sini kami bisa melihat passabag, red and love valley. Makin lama, balon kami makin tinggi. Mba pilotnya selalu ngumumin ketinggian balon udara kami. Kami mulai mengabadikan pengalaman luar biasa ini melalui kamera. Ya Allah, sangat indah plus langitnya cerah sempurna. We feel blessed. Ga bisa ngomong apa-apa, cuma bisa menikmati sambil mengucap syukur. Suami saya menggenggam erat tangan saya. ah, romantis sekali. Tidak banyak kata yang bisa saya tulis tentang pengalaman naik balon udara di cappadocia selain “luar biasa”. Kami melintasi perbukitan dan berbagai formasi bebatuan yang menawan. Dan semua itu semakin indah dengan taburan balon warna-warni yang mengangkasa. Cukuplah foto-foto berikut yang mewakili.

IMG_2693
Subhanallah, Maha Indah Engkau yang menciptakan keindahan
IMG_2704
Balon yang ntu nongol terus di kamera..
IMG_2707
Tuh kan, nongol lagi..
IMG_2728
Such a beautiful scenery
IMG_2727
Speechless
20150510_065432
Silau jeng. *tuh kan si belang nongol lagi di belakang
20150510_065150
Welcome to fairyland

Setelah satu jam, abang co-pilot mulai mengurangi pompa udara panas agar balon mulai merendah. Mba pilotnya berkomunikasi dengan mobil pick-up yang yang akan menjadi landasan landing kami. What? landing di mobil pick-up? Ternyata, untuk landing ga bisa ditentukan lokasinya karena tergantung arah angin jadi ada pihak assiana yang selalu berkoordinasi dengan pilotnya. Kasian juga, mereka harus bolak balik nyetir karena ngikutin mood balon udaranya mau ngarah kemana. hahaaa. After all, kami berhasil mendarat dengan mulus di daerah dekat uchisar castle. Abis itu ada acara perayaannya gitu sambil buka sampanye dan bagiin sertifikat. Sayangnya, pihak assiana ga nyediain jus buah untuk kami yang ga minum alkohol. Tapi alhamdulillah dapet sertifikatnya..yihiii. So, kalo berencana ke turki, jangan lupa masukkan balon udara cappadocia dalam itinerary perjalanan kalian. Yakin dah, ga nyesal.

IMG_2718
Mobilnya mondar-mandir ngikutin arah balon.. So funny. hihi
IMG_2744
Si belang aja punya pasangan, masa lo ga?
IMG_2756
Berpose dengan duo belang sebagai background
DSC06859
Party time

Setelah itu, kami kembali diantar ke hotel. Kami membereskan barang-barang karena mau langsung check out dan menitipkan barang di lobi sebelum keliling untuk travel mandiri. Setelah check out, kami sarapan untuk bekal energi bakalan hiking. Rencananya kami mau jalan kaki ke red and love valley. Ummut udah ngasi peta dan nunjukin arah menuju sana. Kami juga meminta Finda, istri Ummut untuk memesan tiket bus ke Pamukkale untuk nanti malam dan dia akan mengantar kami ke stasiunnya dengan senang hati. Ummut juga nelpon dari Chile dan nanyain gimana pengalaman naik balon udara dan betapa susahnya di nyariin tiket buat kami kemarin karena semuanya udah penuh. Beneran big thanks buat ummut, 100 poin deh untuk penginapan dan layanan yang superb. Malah saya ama suami pengen ke turki lagi and nginap di tempat ummut lagi. it’s like home far away from home.

Kami pamit untuk berkeliling dan janjian sama Finda pukul 5 untuk diantar ke Goreme bus station (ini gratis lho). Hari ini langitnya biru sempurna, benar-benar cerah. Kami mulai perjalanan ke arah bangunan batu yang mirip colosseum tapi udah berantakan. Disini kami banyak berhenti untuk foto-foto hingga akhirnya masukwaktu shalat dzuhur. Kami shalat di masjid terdekat. Saat itu, saya lupa bawa mukena karena udah disimpan di koper dan berencana memakai mukena di masjid aja. Ehm ternyata yang disediain cuma rok. Rok, beneran rok, bukan sarung lho. Saya jadi bingung dan akhirnya berujung dengan memakai kaos kaki karena saya emang slalu pake rok. Setelah itu, kami bertanya arah ke red valley ke seorang abang pemilik toko yang menyangka kami turis malaysia. Ternyata oh ternyata lumayan jauh. Ini beneran hiking. Tapi yaudah, sapa tau nemu spot foto cantik di jalan. Kami mencoba melihat kembali peta yang diberikan ummut. Kami melintasi jalan setapak, pemakaman, padang rumput, dan bangunan batu eksotik. Saat itu cuacanya cukup dingin, mungkin dibawah 10 C, tapi mataharinya silau abis. Kami bertemu beberapa orang wisatawan asing yang berkuda, mengendarai atv, bersepeda, dan juga hiking seperti kami. Setelah separo perjalanan kami mulai haus dan berhenti membeli jus buah di warung pinggir jalan. Enaknya travel mandiri, kita bisa berhenti kapanpun, foto selama apapun, ga diburu-buru ama guide.

IMG_2796
Thanks tripod
IMG_2799
kamuuu
IMG_2803
love
IMG_2812
Keren eui.. *rumah batunya
IMG_2813
Rencana mau foto ala syahrini yang pake telentang di antara bunga-bunga. Tapi apa daya, mas tripodnya masih amatiran. Cukup puas dengan pose jongkok
IMG_2823
Walopun tersesat, tetap foto-foto ya pemirsah
IMG_2826
Abaikan wajah capek saya
IMG_2828
What a prefect blue sky

Makin lama kami berjalanan, sepertinya kami semakin tersesat dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke sekitar hotel untuk makan siang dan shalat ashar. Lumayanlah, dapat beberapa foto ciamik yang kece badai. heee. Kami makan siang di Panorama Restaurant karena kepincut aroma ayam bakarnya. Kami memesan dua porsi tavuk kanat, ayam bakar berbumbu dengan nasi mirip nasi liwet dan salad. Setelah dicicip ternyata enak, ayamnya gurih, bumbunya juga sedap. Saya yang biasanya ga suka salad, juga lahap. Saking lahapnya, kami minta satu porsi nasi tambah. *serasa di RM padang. Setelah kenyang, kami kembali shalat ashar di masjid sebelumnya dan langsung pulang ke hotel.

20150510_164109
Tavuk kanat dengan nasi dan salad
20150510_185747
KamilKoc ticket counter

Sekitar pukul 6, Finda mengantar kami ke Goreme bus station dan menemani kami membeli tiket di counter KamilKoc, harganya 50 TL per orang untuk rute Goreme-Pamukkale. Oiya, untuk transportasi antar kota ada banyak pilihan bus seperti Metro yang merupakan bus milik pemerintah. Kalo di Indonesia ya kayak damri gitu. Trus ada KamilKoc, Pamukkale bus, Suha, dll. Ummut memesan tiket KamilKoc untuk kami yang katanya pelayanannya bagus. Kami say goodbye ama Finda dan bilang makasi banyak banget atas kebaikan mereka. Bus kami akan berangkat pukul 8 malam, jadi masi punya waktu 1,5 jam lah. Kami menghabiskannya sambil menikmati sore di goreme karena masi lumayan terang. Kami membeli beberapa magnet kulkas, gantungan kunci, dan dompet murmer. Saya menyempatkan ke apotek untuk membeli ambroksol tab, tapi ternyata yang ada sediaannya berupa sirup. Akhirnya saya membeli asetilsistein untuk mengurangi dahaknya.. hiks. Setelah itu, kami bergegas mencari masjid untuk menjamak magrib dan isya. Setelah shalat kami kembali ke counter KamilKoc dan ternyata pas banget, busnya udah mau diberangkatkan. Kami lupa mengeluarkan bantal leher dari koper, tapi kursi KamilKoc empuk dan sandarannya nyaman untuk tidur walopun ga pake bantal leher. Trus ada pramugaranya lagi, ganteng lagi. *oops. Kita ditanyain mau minum ama, trus dikasi snack kayak cakes, biskuit, ato wafer. Nyaman banget laah. Mana jalannya mulus bingit ga pake lobang. Kamipun tertidur karena capek ber-hiking ria.

Kesimpulan hari ini, Ternyata tersesat itu melelahkan, teman.

8 thoughts on “Honeymoon Day 3: Pesona Balon Udara Cappadocia

  1. Assalamualaikum Mbak Elisa. Cerita di blog Mbak menarik banget, seneng bacanya kayak denger orang cerita langsung. Aku nungguin nih Mbak ceritanya bisa lanjut sampe Day-terakhir, hehe.

    Kalo gak keberatan aku juga mau minta info budget dan itinerary lengkap dari perjalanan Mbak ke Turki. Ke emailku pertiwi.permata@gmail.com
    Makasih banyak Mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s