Honeymoon Day 4: Musim Semi di Pamukkale

Setelah off beberapa bulan, akhirnya bisa nulis lanjutan cerita bulan madu turki lagi.. fiuhhh

Read the previous story here

Setelah melewati perjalanan sekitar 10 jam, bus kami sampai di Denizli Bus Station. Oiya, Pamukkale itu, di Denizli ya. Dari terminal bus ini, kami ditransfer ke shuttle bus yang menuju pamukkale dan itu sudah termasuk harga tiket bus. Perjalanan dari Denizli Bus Station ke Pamukkale memakan waktu sekitar 30 menit dan itu ga kerasa lho karena disuguhi view gunung bersalju dan bangunan yang tertata rapi. Setelah 30 menit, kami sampai di counter KamilKoc Pamukkale yang tepat berada di depan Artemis Hotel. Alhamdulillah, kami diizinkan untuk menitipkan tas, istirahat dan menggunakan toilet lobi untuk bersih-bersih. Setelah berganti pakaian dan sarapan susu kotak+biskuit yang saya bawa dari indonesia, kami langsung keluar hotel untuk memulai petualangan hari ini.

Eh, karena kami berencana tidak menginap di pamukkale, kami mampir dulu ke counter KamilKoc untuk memesan bus malam ke Bursa seharga 65 TL dan kami dimita untuk stand by pukul 5 sore. Kami juga ditawarkan paket tour dari pihak KamilKoc yang tentu saja kami tolak dengan sopan karena kami lebih memilih travel mandiri saja. Lebih murah, lebih nyantai, lebih terasa sensasinya.

Untuk menuju travertine cuma perlu jalan kaki sekitar 5-10 menit. Dekat bingits. Kami sampai di ticket booth sekitar pukul 7.30 dan ternyata travertine baru dibuka pukul 9. Kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di Pamukkale National Park yang tepat berada di depan travertine.

Pamukkale National Park merupakan landscape taman dengan danau berwarna hijau kebiruan yg dipenuhi oleh kerumunan bebek. Karena lagi musim semi, ada banyak mawar yang bermekaran disini. Ah, indah sekali, ditambah lagi dengan putihnya travertine dari kejauhan. Kami pun duduk lesehan sambil melihat bebek-bebek yang berkejaran.

IMG_2833

IMG_2861

IMG_2838

Setelah puas bersantai disini dan ticket boothnya belum buka juga, kami memutuskan untuk mencari kafe yang sudah buka karena diisi susu kotak ga mempan buat perut indonesia kami. Untungnya, kami menemukan kafe yang buka pada jam sepagi ini. Restoran mustafa. Restoran ini tepat berada di pinggiran jalan dari Artemis hotel menuju travertine. Kami memesan 2 porsi nasi dan salad masing-masing dengan meatballs dan ayam. Karena bakalan explore lama di travertine dan hierapolis, kami menambah pesanan noodle soup atau mie rebus kali ya. Setelah pesanan datang, kami makan tanpa bersuara, karena saking lahapnya. Rasanya sesuai dengan lidah kami. Kecuali noodle soupnya yang menurut kami kurang garam. Selebihnya, ludes. Recommended lha dari rasa dan harga. Setelah kenyang, kami menuju travertine. Harga tiket masuk 20 TL untuk travertine dan hierapolis. Kami masuk dari pintu bawah, jadi kami bakalan explore travertine lebih dulu.

IMG_2873

IMG_2876

Travertine merupakan bukit dari batuan yang berwarna putih menyerupai kapas. Makanya sering disebut sebagai cotton castle. Bebatuannya putih bersih sehingga untuk menjaga warna putih alaminya, pengunjung dilarang menggunakan alas kaki disini. Kami mulai jeprat jepret dan mengeluarkan tripod biar bisa foto berdua. Ternyata, setelah beberapa kali jepret menggunakan tripod, kami didatangi petugas yang katanya tripod juga ga boleh dipakai. Yasuda lah, terpaksa kami foto gantian. Di travertine ada banyak pengunjung yang berendam di mata air atau sekedar main basah-basahan karena dipercaya mata air di travertine ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Jadi jangat shock kalo ngeliat banyak bule yang pake bikini disini. Oiya, jangan lupa bawa kacamata item ato topi ya karena matahari disini silau abis.

IMG_2892

IMG_2919

IMG_2914

IMG_2925

Setelah menjelajahi travertine, kami beranjak ke hierapolis. Hierapolis merupakan reruntuhan bangunan romawi saat masih menduduki turki. Untuk menjelajahi hierapolis, butuh fisik yang kuat karena letak situs yang berjauhan dan kontur jalan yang mendaki. Setelah melewati beberapa situs, kami beristirahat di taman penuh bungan yang menghadap ke sisi samping travertine, plus latar belakang pegunungan salju. Cantik tak terkira, serasa di negeri dongeng. Kami melanjutkan perjalanan ke beberapa situs dan berakhir di colosseum.

IMG_3003

IMG_2950

IMG_2968

IMG_3080

Setelah puas keliling hierapolis, kami kembali bersantai di travertine sambil menikmati sore memandang the terrace yang termahsyur itu. The terrace ini merupakan bagian dari travertine yang membentuk formasi bertingkat seperti terasering dengan air berwarna biru muda. Sangat indah karena disandingkan dengan bebatuan yang putih bersih.

IMG_3169IMG_3180

Kami memutuskan menyudahi petualangan kami karena cuaca yang mulai mendung dan mengejar waktu shalat ashar. Kami kembali makan di restoran mustafa dengan menu yang sama. Kami malah diserve plus sama ownernya dengan memberikan seporsi salad tambahan dan dua cangkir teh turki gratis karena kesetiaan kami…*tsah.

Kami shalat di hotel, mengambil barang, dan menunggu shuttle bus yang akan mengantar kami ke Denizli Bus Station. Di Bus station ini kami menyempatkan menarik beberapa uang lira untuk persediaan beberapa hari ke depan. ATM gallerinya ada di basement. Tinggal turun 1 lantai trus jalan lurus, dan belok kanan ke luar pintu. Nah, di luar pintu ada beberapa ATM yang mejeng rapi.

Beberapa saat kemudian, kami diminta masuk ke bus KamilKoc yang akan membawa kami menuju destinasi berikutnya, Bursa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s