Bulan madu Turki: Mengapa?

Yaay.. seperti janji saya kemarin, saya mau sharing tentang bulan madu kami di Turki. Ini sebenarnya udah cita-cita kebawa mimpi ama saya. Bukan pengen lagi, tapi pengen banget kesana. Alhamdulillah terwujud bersama seseorang yang spesial.

So, mari kita mulai dari pertanyaan sederhana. Why Turkey?

– Alesan ‘Bucket list’

20141125_081413

Yepp, saya ama suami paling banyak ditanya ginian ama keluarga, teman-teman, atasan, kucing tetangga (?) sampai rumput ikutan nanya *becanda*. Sebenarnya saya si yang mau ke turki, banyak tempat dan atraksi di turki yang masuk bucket list saya. Cowo saya mah pengennya ke New Zealand. Bahkan si cowo mulai ngeracunin Continue reading “Bulan madu Turki: Mengapa?”

Advertisements

Reflecto de regreto

Pernahkah kau menyesali sesuatu, teman?

atau adakah sedikit, atau malah secuil penyesalan hinggap di kehidupanmu?

hah, tidak usah malu mengakui! Toh itu bukanlah aib-seperti kebiasaanmu mengupil, yang harus dirahasiakan. Dan itu juga bukan dosa, seperti keahlianmu mengintil jawaban temanmu saat ujian. Lagi pula Continue reading “Reflecto de regreto”

Sejarah Perhitungan Tarikh Masehi

Menurut perhitungan Tarikh Masehi saat ini adalah tahun 2012, tepatnya bulan januari, tepatnya lagi 1 januari 2012, yg merupakan tahun baru masehi. Akan tetapi sayangnya, banyak di antara kita ummat Muslim yang mengikuti serta merayakannya.

Sedang Tarikh Masehi adalah tarikh yang dipakai secara internasional, dan oleh kalangan gereja dinamakan Anno Domini (AD) terhitung sejak kelahiran nabi Isa. as (yesus). semula biarawan Katolik, Dionisius Exoguus pd thn 527 M ditugaskan Continue reading “Sejarah Perhitungan Tarikh Masehi”

Bungkusan lezat

Entah mengapa, saya sendiri juga tidak tahu. Setiap ada tugas ataupun ujian, saya bukannya tertarik membaca bahan kuliah atau merampungkan tugas, tetapi malah pikiran saya selalu dialihkan dengan hal lain. Ada-ada saja pokoknya, kadang pengen nulis, kadang pengen baca novel, sering pengen nonton film, tiba-tiba pengen masak, mendadak pengen nyuci semua baju di lemari *ahhh yang terakhir terdengar aneh.

Yang pastinya, ada saja yang mengalihkan Continue reading “Bungkusan lezat”

Islamic Self-Interview

Saat sedang iseng membukabuka folder ebook di laptop, saya menemukan salah satu ebook favorit saya. Saya sudah membaca ebook ini sebelumnya, tapi yang namanya suka, tak bosan juga dibaca ulang. Sebenarnya besok saya ujian, tetapi karena ujiannya open book (syukurlah…) dan kalaupun dipelajari sepertinya tidak banyak yang akan masuk ke hippocampus saya karena sebagian akan tumpah dan sebagian lagi akan memantul balik.

Okay, kembali tentang ebook tadi. Yaa… saya memutuskan untuk membaca ebook malam ini, tetapi karena membaca ebook ini pula saya tertarik untuk memposting tulisan ini di blog. Saya tertarik dengan kalimat dalam ebook. Bunyi kalimat itu begini ‘bersediakah kau menikahimu?’. Dulu, saat pertama kali membaca buku ini, saya sempat mengira ada kesalahan penulisan. Setelah saya baca pelanpelan, kalimat itu Continue reading “Islamic Self-Interview”

Andai aku bisa merangkul-Mu, Ya Rabb …

Alhamdulillahirabbilalamin…

Hanya kata-kata itu yang tiada henti terucap seiring dengan hati yang senantiasa bertasbih. Sesaat aku ingat janji-Mu yang slalu menjadi penyejuk saat ku mulai gelisah.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” (QS Al Insyirah: 5-6)

Dan Engkaulah Yang Maha Menepati Janji. Engkau senantiasa memberi kemudahan dan kelapangan bagi hamba-Mu. Engkaulah yang tiada henti mencurahkan nikmat pada hamba-Mu ini. Tanpa terasa butiran bening pun mulai bergulir dari mataku. Aku yang selalu diberi nikmat tapi sampai sekarang masih kufur nikmat.

Dan nikmat itu tercurah kembali. Kenikmatan menimba ilmu dan mengenal Engkau melalui ilmu. Perjuangan yang dulunya kumulai dengan menyebut nama-Mu dan meniatkan untuk memperoleh ridho-Mu telah kutamatkan dengan menyebut nama-Mu pula. Semoga sedikit ilmu yang Engkau tebar di bumi dan telah kupetik dapat kuamalkan di Jalan-Mu. Ucap syukur kembali membasahi bibirku atas nikmat yang engkau berikan.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Arrahman: 16)

Nikmat yang Engkau berikan tak sanggup pula ku terima sendiri. Ingin kubagi rasa syukur ini kepada mereka yang senantiasa menggenggam tanganku, mereka yang menjadi inspirasi dalam melalui perjuangan itu. Kubagi kebahagiaan itu kepada orangtua, ibu dan ayah, kakak, kerabat, teman, dan guru tapi tetap ada rasa yang mengganjal. Perasaan ingin berbagi, menangis, mengadu kepada Sang Pemberi Nikmat.

Andai aku bisa merangkul-Mu Ya Rabb, ingin kutumpahkan rasa haru  dan ingin kubagi kebahagiaan ini

Andai aku bisa merangkul-Mu Ya Rabb, ingin ku tumpahkan air mata sesal karena kurang mensyukuri nikmat yang tlah Kau curahkan

Andai aku bisa merangkul-Mu Ya Rabb, ingin ku pinta jangan biarkan aku menjadi hambaMu yang lalai dan ingin ku mohon kepadaMu agar Engkau senantiasa menautkan hatiku dengan cintamu.

Andai Aku bisa merangkulmu, Ya Rabb…

 

*Thanks buat kedua orangtuaku yang senantiasa mendoakan kebaikan untukku. Thanks buat abang n kak wiwid + faris kecil yang slalu men-support. Thanks buat keluarga atas doa dan dukungannya. Thanks buat teman2, kakak, adek atas kebersamaan, canda dan tawanya. Thanks buat kedua pembimbing yang telah memberi nasehat dan ilmu. Thanks buat bapak/ibu dosen yang tlah mentransfer banyak ilmu yang berharga. Thanks for being puzzle of my life

Selamat Datang, Kematian !

15 Juli 2011…

Seperti beberapa hari dalam minggu ini, hari ini pun sama: Sudah harus di kampus jam 8.30 dalam rangka ‘hunting’ dosen Open-mouthed smile. Emang tradisi yang satu ini wajib bagi mahasiswa semester terakhir. Kalo ga nyari pembimbing, ya nyari pembahas or penguji. Kalo ga nyari analis labortorium, ya nyari dosen penanggung jawab laboratorium. Ato opsi lain –> nyari PA (red: pembimbing akademik). Pokoknya kudu rajin gentayangan di dekanat daah. kalo perlu nunggu dari pagi waktu dosennya belum pada datang, sampai jam 4 saat CS2 dah pada cleaning..

oops… ceritanya bukan tentang ini.. *ga sinkron dengan judul..

ok… kembali ke pokok bahasan

Well, kembali ke 15 Juli 2011 tadi. Saya, seperti biasa sudah stand by di dekanat dengan beberapa mahasiswa lainnya yang tujuannya hampir sama. Menariknya, saat sedang menghabiskan waktu berdiskusi (*sok intelek) di Natural Gazebo milik fakultas farmasi (red: di bawah pohon cubadak –>disingkat DPC), saya tertegun melihat buah cubadak/nangka yang masih kecil, mungkin seukuran jempol, malah gugur dari pohonnya. Padahal buah yang lain, yang malah lebih besar dan sudah tua masih tetap kokoh di pohon. Sebenarnya ditinjau dari sisi sains, hal ini wajar-wajar saja dan saya juga tidak berniat membahas pendekatan sains mengenai fenomena ini. Yang membuat saya tertegun adalah saat merenungkan bahwa ternyata fenomena ini adalah fenomena yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita. Berhubungan dengan suatu ketetapan ataupun hak prerogatif Allah yang tak terbantahkan. Yaaa, fenomena yang saya saksikan dari buah nangka yang gugur itu mengingatkan saya akan kematian. Bahwa kematian tidak mengenal usia dan bisa saja menjemput manusia yang masih muda.

kematianKematian…! Boleh dibilang, kematian merupakan hal yang paling ditakuti manusia. Padahal, satu-satunya hal yang pasti pada diri kita adalah kematian karena setiap yang hidup pasti merasakan mati, seperti firman Allah dalam surat Ali Imran: 185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Kemajuan teknologi dan sains saat ini memungkinkan manusia untuk meningkatkan derajat kesehatannya, dengan kata lain mampu ‘menunda’ kematian. Walaupun dilengkapi dengan peralatan kedokteran paling mutakhir, obat paling mujarab yang pernah ada, ataupun bersembunyi dalam bangunan kokoh tak tertembus, itu hanya akan menunda datangnya. Yaa, hanya menunda, bukan mencegah kematian karena kematian adalah hal yang pasti. Bahkan, bagaimana, dimana, dan kapan ia akan datang, semuanya telah tertulis dalam lauhul mahfuzh. Simak beberapa firman Allah dalam Al Qur’an tentang kematian Continue reading “Selamat Datang, Kematian !”